Senin, 18 Desember 2017 16:32 WITA

Pakar China: Perang di Semenanjung Korea Semakin Dekat

Editor: Suriawati
Pakar China: Perang di Semenanjung Korea Semakin Dekat

RAKYATKU.COM - Para ahli regional China memperingatkan bahwa pecahnya perang di Semenanjung Korea terlihat lebih mungkin daripada sebelumnya.

Shi Yinhong, Profesor Universitas Renmin mengatakan, "Kemungkinan perang yang meletus di semenanjung Korea telah menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade." Hal itu menunjuk pada retorika antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Menurut koran Global Times, Shi mengatakan bahwa China hanya bisa menunda bentrokan habis-habisan di antara kedua negara, karena terlalu terlambat untuk mengubah situasi.

"China hanya menunda perang, berharap bahwa detonator bom waktu Korea Utara bisa dihilangkan," katanya.

Wang Hongguang, mantan Wakil Komandan Daerah Militer Nanjing juga mengungkapkan hal senada. Ia mengatakan bahwa perang dapat terjadi lebih awal dari yang diperkirakan.

"Ini bisa terjadi malam ini, mungkin akan terjadi sebelum Maret tahun depan ketika Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai latihan militer tahunan mereka," katanya.

Pakar China: Perang di Semenanjung Korea Semakin DekatWang juga menyinggung sebuah artikel surat kabar lokal China yang memberikan panduan bagi warga China jika terjadi ledakan nuklir. Ia mengatakan bahwa itu adalah "sebuah sinyal yang disampaikan ke Korea Utara untuk mempersiapkan perang yang akan datang."

Intinya, Wang percaya bahwa Beijing juga harus bersiap menghadapi perang. "Karena ketegangan terus meningkat di wilayah ini, solusi lunak tidak mungkin dilakukan," katanya. Ia menambahkan bahwa China harus mempersiapkan diri secara psikologis dan praktis untuk sebuah konflik nuklir, dampak radioaktif dan ledakan atom.

Pekan lalu, angkatan laut China mulai melakukan latihan live-fire empat hari di perairan Korea Utara sementara angkatan udara melakukan simulasi latihan anti-rudal dengan Rusia.

South Morning China Post mengutip Kementerian Pertahanan China, bahwa latihan gabungan tersebut bertujuan untuk mencegah ancaman bom rudal balistik dan jelajah di wilayah tersebut.