Senin, 18 Desember 2017 08:32 WITA

Gagal Dapat SK, Honorer TU Enrekang Kecewa

Editor: Almaliki
Gagal Dapat SK, Honorer TU Enrekang Kecewa

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Seluruh honorer Taat Usaha (TU) di seluruh sekolah di Kabupaten Enrekang, sangat kecewa dengan pembatalan pemberian Surat Keputusan (SK) penetapan jam mengajar di sekolah.

Kecewanya meningkat, setelah SK tersebut sudah diterbitkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel, dan telah diserahkan kepada UPT Kabupaten Enrekang. Sewaktu akan dibagikan, hanya honorer TU yang dibatalkan pemberian SK-nya.

Salah satu honorer TU yang mengabdi di salah satu sekolah Enrekang mengaku sangat kecewa. Sebab mulai dari guru, cleaning servis, satpam, dan TU, yang terbit SK-nya, hanya TU yang dibatalkan.

"Kemarin kan sudah ada surat edaran beserta dengan SK gubernur yang keluar. Nah di stu ada tertera nama-nama honorer TU, rencana hari Selasa akan ada pembagian SK serta pencairan dana di Bank. Kenapa tiba-tiba ada pembatalan untuk SK TU? Sedangkan guru, claning service, sama satpam, tidak dibatalkan?" ujar salah satu honorer TU yang enggan disebutkan namanya.

Katanya, pembatalan pemberian SK untuk TU ini, menimbulkan pertanyaan di benak seluruh honorer TU di Kabupaten Enrekang. Sebab di daerah lain, tidak ada yang dibatalkan.

"Seperti di Makassar. Saya dapat informasi, mereka teman-teman di Makassar, sudah dapat SK-nya, bahkan sudah mencairkan gajinya melalui SK tersebut. Begitu juga dengan teman di Kabupaten Bone," tuturnya.

Ia pun berharap, ada jawaban yang jelas tentang pembatalan pemberian SK tersebut. "Teman-teman dari TU di Kabupaten Enrekang berharap, ada jawaban kenapa bisa ada pembatalan, dan kenapa bisa hanya TU yang didiskriminasi,"  imbuhnya.

Mereka pun takkan menuntut, andai dari awal tidak ada SK yang diterbitkan oleh Disdik Sulsel.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel telah mengeluarkan SK untuk 7.000 honorer guru SMA/SMK se-Sulsel. Honorer ini diberikan SK, sebagai asisten guru di tempat mengajar masing-masing. 

"Sudah ada 7.000 yang telah mendapatkan SK dari Pemprov," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo.