Jumat, 15 Desember 2017 21:55 WITA

Kapendam Hasanuddin Berbicara Soal Tentara Masuk Unhas

Penulis: Himawan
Editor: Almaliki
Kapendam Hasanuddin Berbicara Soal Tentara Masuk Unhas

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah, mengungkapkan awal mula kejadian aparat TNI mengejar para pengunjuk rasa di depan pintu 1 Unhas, di jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (15/12/2017) sore tadi.

Disebut kalau para pengunjuk rasa menghalangi mobil anggota Batalyon Infateri (Yonif) Linud 700 Raider, saat hendak melintas di jalan tersebut.

"Ketika personel Raider ingin pulang ke markas yang melintas depan Unhas, tidak bisa jalan karena dihalangi aksi demo. Kemudian komandan regu meminta jalan kepada pendemo, tetapi pendemo bukannya mau kasih jalan, malah melempari batu," kata Alamsyah kepada Rakyatku.Com, Jumat (15/12/2017).

Alamsyah kemudian mengatakan. bahwa selain mobil tentara yang ditahan, banyak pengguna jalan lain juga geram karena kendaraan mereka juga ditahan. Selain itu, para pengunjuk rasa yang memakai penutup wajah tersebut, juga mencoret-coret mobil yang melintas termasuk mobil TNI. 

Dengan pelbagai tindakan yang cenderung tidak tertib tersebut, aparat TNI kemudian turun dari mobil, dan mendatangi para pengunjuk rasa tersebut.

Alamsyah juga mengatakan, bahwa para pengunjuk rasa tersebut memiliki busur dan bom molotov. Hal inilah yang mendasari aparat TNI mengejar para pengunjuk rasa hingga ke dalam kampus.

"Yang paling rawan itu ketika diketahui mereka membawa busur dan bom molotov. Ketika itulah dia dikejar untuk diambil itu (bom molotov dan busur). Dan karena ia memakai penutup wajah, akhirnya anggota mengejar karena dianggap bukan mahasiswa, karena ditutup mukanya kan," imbuhnya.

Alamsyah menyebut, tidak ada mahasiswa yang diamankan dari hasil pengejaran ini. Ia mengatakan, bahwa tidak ada satupun para pendemo yang mengalami kekerasan dari anggota TNI yang melintas di sekitar area unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di depan Pintu I Universitas Hasanuddin (Unhas) berlangsung ricuh pada Jumat sore, 15 Desember 2017. Dengan menggunakan masker, pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Solidaritas Kulun Progo itu memecahkan lampu traffic light.

Tak cuma itu, mereka memecahkan jendela mobil-mobil dinas yang melintas dan mencoret mobil tentara dengan piloks. Hal inilah yang menyebabkan tentara masuk ke dalam kampus mengamankan para pengunjuk rasa. 

Humas Unhas, Ishaq Rahman, juga sudah mengatakan bahwa para pendemo tersebut bukan mahasiswa Unhas.