Jumat, 15 Desember 2017 21:22 WITA

Tentara Masuki Kampus, Humas Unhas Angkat Bicara

Penulis: Himawan
Editor: Almaliki
Tentara Masuki Kampus, Humas Unhas Angkat Bicara
Aksi unjuk rasa di depan Pintu I Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Jumat, (15/12/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Unit Humas Universitas Hasanuddin (Unhas), Ishaq Rahman, mengatakan bahwa para pengunjuk rasa di depan pintu 1 Unhas, Jumat (15/12/2017), bukanlah mahasiswa dari kampus merah tersebut. 

"Tidak benar. Yang betul, ada sekelompok orang melakukan aksi di pintu 1. Saat akan diamankan oleh tentara, mereka lari masuk ke Unhas," kata Ishaq saat diwawancara Rakyatku.Com, Jumat (15/12/2017).

Ishaq menambahkan, bahwa identitas para pengunjuk rasa ini juga tidak diketahui karena mayoritas para pengunjuk rasa memakai penutup wajah. Ia mengatakan bahwa yang bisa dikenali dari aksi ini hanyalah spanduk yang dibawa para pendemo yang bertuliskan Solidaritas Kulon Progo.

Selain itu, Ishaq menuturkan bahwa awal mula masuknya Tentara di kampus merah tersebut dikarenakan para pengunjuk rasa mencoret-coret mobil yang lewat. Saat ada pengemudi yang marah karena mobilnya dicoret, para pengunjuk rasa melemparinya dengan batu.

Inilah kemudian yang diperkirakan salah satu anggota TNI, karena sesaat setelah kejadian ini, aparat TNI datang dengan 2 mobil untuk mengamankan para pengunjuk rasa. 

"Kelompok aksi ini mengganggu pengguna jalan yg melintas, mencoret-coret mobil yang lewat. Ada mobil yang pengemudinya tidak terima dan marah. Pengemudi ini malah dilempari batu oleh pelaku aksi. Mungkin dia anggota TNI, karena tidak lama setelah itu datang 2 mobil tentara dengan beberapa anggota TNI mau mengamankan," kata Ishaq. 

Kelompok ini kemudian, kata Ishaq, lari masuk ke kampus, setelah itu menghilang di dalam kampus.  "Aparat keamanan kampus tidak berani mengamankan pelaku aksi, karena mereka membawa busur, bahkan ada yang bawa papporo," pungkas Ishaq. 

Sebelumnya aksi unjuk rasa di depan Pintu I Universitas Hasanuddin (Unhas) berlangsung ricuh pada Jumat sore, 15 Desember 2017. Dengan menggunakan masker, pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Solidaritas Kulun Progo itu memecahkan traffic light

Tak cuma itu, mereka memecahkan jendela mobil-mobil dinas yang melintas dan mencoret mobil tentara dengan piloks. Hal inilah yang menyebabkan tentara masuk ke dalam kampus mengamankan para pengunjuk rasa.