Rabu, 13 Desember 2017 03:30 WITA

Ayah Tiduri Anaknya Sejak 6 SD, Gadis 13 Tahun Ini Hamil 6 Bulan

Editor: Fathul Khair Akmal
Ayah Tiduri Anaknya Sejak 6 SD, Gadis 13 Tahun Ini Hamil 6 Bulan
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Satuan Reskrim Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, meringkus seorang pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Tersangka itu yakni M (34), warga Desa Singet, Kecamatan Jati, Blora, yang tega meniduri anak kandungnya sendiri, BG (13). Saat ini korban diketahui tengah hamil enam bulan akibat perlakuan bejat dari Mintoro.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo menyampaikan, kasus tindakan asusila ini sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah.

"Kemarin kami amankan pelaku setelah memperoleh laporan dari tetangga dan keluarga korban," kata Heri dikutip kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Heri menjelaskan, tersangka yang tak memiliki pekerjaan tetap itu melakukan pencabulan sejak korban di kelas IV SD. Berkali-kali tersangka menyetubuhi korban saat keadaan di rumah sepi. Ibu korban sehari-hari bekerja mencari kayu di hutan, sedangkan adik korban masih anak balita.

Pelaku pun mengancam akan menganiaya korban jika membongkar aib itu kepada siapa pun.

Setelah tamat SD, korban yang merasa tertekan kemudian merantau ke Tangerang dan bekerja di pabrik konveksi mengikuti tetangganya.

"Rekan kerja korban curiga karena kondisi fisiknya yang semakin membengkak. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, korban ternyata hamil enam bulan yang belakangan diketahui akibat perbuatan asusila ayahnya," jelas Heri.

"Pelaku mengaku nafsu dengan anaknya sendiri karena selama ini tak pernah mendapat jatah dari istrinya. Istrinya selalu menolak saat diajak hubungan badan. Tersangka kami jerat UU perlindungan anak," kata Heri.

Kanit PPA Polres Blora Iptu Lilik  Widyastuti menyampaikan, korban saat ini sedang mendapatkan pendampingan dari Unit PPA dan Dinas Sosial Kabupaten Blora. Tim psikologi juga sudah didatangkan untuk menstabilkan kondisi psikis korban.

"Korban shock dan sangat tertekan," ujar Lilik.