Senin, 11 Desember 2017 12:14 WITA

Akan Ada Wisata Baru di Malino, Nantikan!

Editor: Almaliki
Akan Ada Wisata Baru di Malino, Nantikan!
Salah satu wisata di Lembah Hijau Malino, di daerah Malino Kabupaten Gowa.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Proses pengembangan objek wisata di Malino hingga kini terus berjalan. Anggota tim Konsultan Perencana Penyusunan Konverensi Kota Raya Malino, Tommy S.S. Eisenring, mengungkapkan pihaknya telah melakukan penyusunan dokumen Masterplan Kawasan Konverensi Kota Raya Malino.

"Dari dua puluh objek yang dikembangkan, sekitar 80 persen adalah objek wisata yang sudah lama. Kalau yang baru itu, ada Puspa Agro, Taman Kehati (Keragaman Hayati), Kebun Raya, Margasatwa, Bumi Perkemahan Nasional, dan beberapa lainnya," ungkap Tommy belum lama ini.

Ia menambahkan, Kebun Raya, Taman Kehati, dan Margasatwa Malino, merupakan objek-objek wisata yang rencananya akan ditambahkan dalam kawasan Malino Raya. Lokasinya berada di dekat pemukiman dan Lembang Panai, dengan luas rencana sebesar 177 hektare untuk Kebun Raya, 11 hektare untuk Taman Kehati dan 46,60 hektare untuk Margasatwa.

Akan Ada Wisata Baru di Malino, Nantikan!

"Kita tahu, Malino sendiri merupakan kawasan konservasi, jadi sebelum Malino menjadi kawasan yang berkembang secara tidak terkendali, maka dari gagasan itulah kita diminta untuk membuat sebuah konservasi di Kota Raya Malino," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kluster kawasan hutan taman wisata alam (TWA) Malino yang tidak layak dipertahankan sebagai kawasan konservasi yakni seluas 1.526 hektare. Maka, diusulkan untuk dilakukan pengubahan antarfungsi kawasan pokok kawasan hutan.

Akan Ada Wisata Baru di Malino, Nantikan!

Kluster ini mencakup sebagian Desa Pattapang, Kelurahan Malino dan sebagian kecil terfragmentasi di wilayah Desa Gantarang. "Area ini merupakan target usulan perubahan fungsi melalui revisi RTRW yang saat ini prosesnya sedang berjalan," ujarnya.

Ia pun berharap, pihak Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel juga akan menyusun master plan kawasan konservasi Malino, agar terdapat keselarasan dengan hasil kajian yang telah disusun oleh tim evaluasi.