Jumat, 03 Juni 2016 17:57 WITA

Yohanna: Pemerintah Genjot Hukuman Kebiri Disahkan

Penulis: Andi Dahrul Mahfud Muchtar
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Yohanna: Pemerintah Genjot Hukuman Kebiri Disahkan
Yohanna S Yambise (paling kanan) dalam kunjungannya ke Kantor Dinas P2TP2A Kota Makassar, Jumat (3/6/2016). (Dahrul)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna S Yambise, menegaskan pemerintah terus bekerja menggodok Perppu hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual, segera disahkan. Hal itu dilontarkan Yohanna dalam kunjungannya ke Pemkot Makassar, Jumat (3/6/2016). 

"Kita tunggu keputusan dari Kementrian terlebih dahulu. Kita rampungkan lagi. Setelah itu tinggal disahkan oleh DPR RI. Tapi kita tetap menggodok agar secepatnya disahkan," beber Yohanna di hadapan sejumlah awak media di Kantor Dinas P2TP2A Kota Makassar. 

Menurut Yohanna lagi, revisi UU Nomor 23 Tahun 2002, juga akan menambahkan lama hukuman terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. "Tak hanya kebiri. Tapi sudah ada hukuman yang kita persiapkan. Yakni hukuman 20 tahun, hukuman mati dan seumur hidup," ungkapnya. 

loading...

Revisi UU ini, kata Yohanna, diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak. Belakangan ini, kasus tersebut merebak di sejumlah wilayah di tanah air. Termasuk di Makassar. Bahkan hampir setiap pekan, ada laporan kekerasan yang menjadikan anak-anak atau wanita sebagai korban. 

Kembali ke hukuman kebiri, Yohanna pun pemerintah belum menentukan teknis pelaksanaan hukuman itu. "Masih kita pikir. Apakah menggunakan suntikan, obat-obatan dan semacamnya. Kita masih rampungkan," tutupnya. 

Loading...
Loading...