Jumat, 08 Desember 2017 16:29 WITA

Motif Penganiayaan di Gowa Bukan Karena Pengrusakan Baliho

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Motif Penganiayaan di Gowa Bukan Karena Pengrusakan Baliho
Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

RAKYATKU.COM, GOWA - Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga membeberkan kronologi penganiayaan di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa yang melibatkan antara Sialing dengan Lambe, Rabu (6/12/2017) malam lalu. Penganiayaan itu mengakibatkan Sialling mengalami luka tebas bagian lengan, dada dan punggung. 

Soal adanya dugaan pengrusakan alat peraga salah satu bakal calon Pilgub Sulsel, Shinto menampiknya. Ia mengaku tidak menemukan tanda-tanda pengrusakan baliho saat olah TKP. 

"Untuk baliho kita nda' melihat. Karena kita sudah lakukan olah TKP. Cukup lama kami disana dan kami tidak melihat pengrusakan baliho tersebut," ungkap Shinto.

Shinto menyampaikan motifnya, ada salah satu pihak yang memberhentikan motor. Sementara pihak lain mengingatkan yang memberhentikan motor tersebut.

"Pihak lain mengatakan, jangan berhentikan motor itu, karena mau ke Makassar, kemudian terjadi ketersinggungan antara pihak yang memberhentikan motor dan yang menegur. Sehingga terjadi pemukulan terhadap yang menegur," ungkap Kata Shinto Silitonga. 

Tidak puas sampai disitu, pihak yang memberhentikan motor tersebut kembali ke rumahnya dan mengambil parang. Dan terjadi perkelahian tersebut, sementara pihak lain menggunakan senapan angin

"Jadi kita bisa pastikan itu, para pihak masing-masing mengalami luka. Sehingga mereka punya hak untuk melapor, dan kemarin kita buka diskusi, mereka sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini," ujar Shinto.