Jumat, 08 Desember 2017 10:05 WITA

"Bugis-Makassar Punya Sejarah Kemaritiman yang Hebat"

Editor: Fathul Khair Akmal
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang mengaku bangga, lantaran United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), resmi menetapkan pinisi menjadi warisan budaya dunia.

Pinisi diputuskan sebagai warisan dunia, dalam sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang digelar di Pulau Jeju, Korea Selatan, kemarin. Dengan demikian kata Agus, Sulsel dengan ikon pinisinya makin diperhitungkan di mata dunia.

Dengan penetapan Pinisi sebagai warisan budaya tak benda, Indonesia kini memiliki sembilan elemen budaya dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO.

Pinisi menjadi lambang dari teknik perkapalan tradisional negara Kepulauan. Pinisi adalah bagian dari sejarah dan adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bulukumba dan wilayah Nusantara pada umumnya.

Dengan ditetapkannya pinisi sebagai warisan dunia, kata Agus Arifin Nu'mang, maka dari delapan elemen budaya Indonesia yang diakui UNESCO, pinisi menjadi yang kedua setelah naskah I Lagaligo (2011) dari Sulawesi Selatan.

"Dengan diakuinya pinisi sebagai warisan dunia. Itu menjadi bukti, bahwa orang Bugis-Makassar punya sejarah kemaritiman yang hebat. Dan itu memang wajib terus dilestarikan," kata Agus, Jumat (8/12/2017).

Agus juga menyebutkan, jika pinisi hingga saat ini dikenal hingga mancanegara. "Buktinya, informasi dari sentra pembuatan pinisi di Bulukumba, mereka tidak hanya menerima banyak pesanan dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri," ungkapnya.

Meski demikian, Agus berharap dengan titel baru dari UNESCO sebagai warisan dunia ini, industri perkapalan di Sulsel pada umumnya bisa kembali berjaya.