Jumat, 08 Desember 2017 08:11 WITA

Jelang Peringatan Hari Anti Korupsi, Bupati Lutim Terima Kunjungan KPK

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jelang Peringatan Hari Anti Korupsi, Bupati Lutim Terima Kunjungan KPK

RAKYATKU.COM - Jelang Peringatan Hari Anti Korupsi, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menerima kunjungan tim unit koordinasi dan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, yakni Hery Nurudin dan Dwi Aprilia Linda. Kunjungannya ini dalam rangka supervisi dan koordinasi implementasi pemberantasan korupsi terintegrasi di Lingkungan Pemkab Lutim, Kamis (07/12/2017). 

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dalam sambutannya memberikan gambaran secara umum Kabupaten Luwu Timur dan segala potensi daerah baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. 

Terkait Monev KPK ini, Husler mengatakan, pada prinsipnya bertujuan untuk mengokohkan dan memperkuat langkah strategis dalam upaya pencegahan pemberantasan korupsi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, baik itu eksekutif maupun legislatif. 

"Selaku pemerintah daerah kami mengapresiasi kegiatan monev ini sebagai upaya bersama untuk mencegah korupsi terintegrasi. Kami berharap bimbingan dan dukungan KPK agar pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan berjalan sesuai aturan dan jauh dari segala bentuk penyimpangan," kata Husler. 

Ketua Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI, Hery Nurudin mengatakan, KPK hadir tidak hanya penindakan semata, tapi juga melakukan kegiatan preventif yakni pembinaan dan pencegahan korupsi. Menurutnya  pencegahan korupsi tidak boleh hanya sekedar diatas kertas saja, tapi harus implementasikan. 

Titik rawan korupsi, kata Hery mencakup perencanaan dan pelaksanaan APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan/pelayanan publik, manajemen SDM hingga lemahnya pengawasan. 

Dwi Aprilia Linda menambahkan, sebagai daerah binaan KPK, maka segala bentuk penyimpangan dan praktek korupsi kedepan di Luwu Timur tidak boleh lagi terjadi. 

"Setelah paparan saya berakhir, saya minta, tahun 2018 kita semua berkomitmen untuk menghindari hal-hal yang berpotensi masuk kriteria korupsi. Jika tidak diindahkan, jangan salahkan kalau tim penindak kami yang bertindak," ungkap Dwi.