Kamis, 07 Desember 2017 21:37 WITA

Dimulai Sejak 1948, Begini Hubungan 'Romantis' AS-Israel

Editor: Suriawati
Dimulai Sejak 1948, Begini Hubungan 'Romantis' AS-Israel
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

RAKYATKU.COM - Seperti apa hubungan Amerika Serikat dan Israel? Ibarat sepasang kekasih, kedua negara memiliki hubungan romantis, yang kadang diwarnai dengan tarik ulur. Itu dimulai sejak 69 tahun lalu. Untuk lebih jelasnya, simak sejarah hubungan kedua negara berikut ini, seperti dilansir dari AFP. 

Pada tanggal 14 Mei 1948, David Ben Gurion mendirikan negara Yahudi Israel, setelah mandat Inggris berakhir di Palestina. Pemerintahan presiden AS Harry S. Truman mengakui negara itu 11 menit setelah diproklamirkan.

Namun, hubungan kedua negara bermasalah dalam beberapa tahun pertama negara baru tersebut. Pemerintahan Truman dan Dwight D. Eisenhower menyadari bahwa pendekatan yang terlalu dekat dengan Israel berisiko membahayakan hubungan AS dengan dunia Arab.

Namun, selama perang Arab-Israel bulan Juni 1967, Israel menduduki Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem timur dan Dataran Tinggi Golan. Perang Enam Hari merupakan titik balik bagi AS, yang menjadi pendukung utama Israel.

Pada bulan Oktober 1967, presiden Lyndon B. Johnson memutuskan untuk memerintahkan pengiriman senjata berskala besar ke Israel.

Dalam beberapa kesempatan, Washington mencoba untuk mencocokkan perannya sebagai pendukung utama Israel dengan menjadi mediator dalam konflik Israel-Palestina.

Pada bulan September 1978, presiden Jimmy Carter mempertemukan Perdana Menteri Israel Menachem Begin dan presiden Mesir Anwar Sadat di Camp David. Kesepakatan David Camp selanjutnya membuka jalan bagi sebuah perjanjian damai yang ditandatangani oleh Mesir dan Israel setahun kemudian.

Pada tanggal 13 September 1993, presiden Bill Clinton mengatur jabat tangan bersejarah di Washington antara Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan pemimpin Palestina Yasser Arafat, setelah mereka menandatangani sebuah perjanjian transisional lima tahun mengenai pemerintahan mandiri Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Pada masa pemerintahan Barack Obama, hubungan AS dan Israel sedikit terguncang. Pada bulan Juni 2016, Obama meminta Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di wilayah-wilayah pendudukan dan mengekspresikan komitmennya kepada sebuah negara Palestina di samping Israel.

Namun, pada bulan September 2016, Obama dan PM Benjamin Netanyahu menandatangani sebuah kesepakatan bantuan militer senilai US $38 miliar untuk periode 2019-2028.

Dimulai Sejak 1948, Begini Hubungan 'Romantis' AS-IsraelPada bulan Desember, hubungan kedua negara merosot kembali setelah Amerika Serikat menahan diri untuk tidak memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam pembangunan permukiman Israel.

Pada tanggal 20 Januari 2017, Netanyahu mengatakan bahwa dia ingin hubungan dengan Amerika Serikat menjadi "lebih kuat dari sebelumnya" di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Pada tanggal 15 Februari, Trump menyambut hangat Netanyahu ke Gedung Putih dan menyebut ada ikatan "yang tak dapat dipecahkan" antara negara mereka.

Pada tanggal 22 Mei, Trump menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi Tembok Barat di Yerusalem. Sehari kemudian Netanyahu mengumumkan bahwa Israel akan menerima bantuan tambahan senilai $75 juta. Pada bulan September, Israel meresmikan sebuah pangkalan udara gabungan dengan AS.

Pada tanggal 6 Desember, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memerintahkan sebuah rencana untuk memindahkan kedutaan AS ke sana.

Tags