Kamis, 07 Desember 2017 08:37 WITA

"Abraham Murtad Itu Hak, tapi..."

Editor: Almaliki

RAKYATKU.COM - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tuai pujian setelah menangkap Syaifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses (52), ihwal ujaran berbau Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) melalui media sosial.

Video Abraham memang sempat heboh setelah menanyakan agama pada sopir taksi online. Di sana, ia mengutip salah satu ayat dalam keyakinan agama sang sopir terkait pernikahan, kemudian melecehkan Nabi Muhammad yang dianggapnya tidak konsisten dengan ucapannya, dan melanggar perintah agamanya.

Tidak hanya itu, ditunjuk pula seroang wanita di belakang Abraham, yang diakuinya seorang artis keturunan Arab yang berhasil ia murtadkan.

Abraham juga membawa nama Bima (salah satu kabupaten di NTB), yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, agar ucapannya lebih dipercaya korbannya. Hal itulah yang membuat Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum DPP Partai Hanura, Rio Ramabaskara, yang juga dari NTB, angkat bicara.

"Bagi saya, menjadi murtad itu hak Syaifuddin Ibrahim. Tapi mengajak orang lain untuk ikut dia dan menghina agama lain, maka di situ letak masalahnya," ujar Rio, melalui siaran persnya.

"Untuk itu, kami mengharapkan penyidik Polri dalam hal ini Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim benar-benar memproses kasus ini. Selain agar Syaifuddin Ibrahim mempertanggungjawabkan perbuatannya, juga menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia agar tidak melakukan hal-hal serupa. Di mana hal tersebut selain bertentangan dengan hukum juga akan menjadi upaya memperkeruh hubungan baik antar umat beragama di Indonesia," tandasnya.