Rabu, 06 Desember 2017 19:15 WITA

Bos First Travel Janji Tetap Berangkatkan Jamaah Umrah

Editor: Adil Patawai Anar
Bos First Travel Janji Tetap Berangkatkan Jamaah Umrah
Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan

RAKYATKU.COM - Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan akhirnya bicara. Pasutri ini meminta maaf dan berjanji membiayai keberangkatan para jemaah yang tertunda umrahnya. 

Permohonan maaf disampaikan Andika dan Anniesa saat rapat kreditur terkait penundaan kewajiban pembayaran utang First Travel di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakpus, pada Selasa 5 Desember 2017.

Sidang hari ini juga dihadiri para kreditur atau jemaah First Travel. Andika yang mengenakan baju batik dan Anniesa yang terbalut busana warna merah dan hitam bahkan menebar senyuman.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pengawas dan pengurus dan kreditur yang memberi kesempatan saya hadir. Saya minta maaf sebesar-besarnya karena tertundanya Bapak-Ibu sekalian berangkat umrah sehingga saya mengeluarkan maaf yang sebesar-besarnya," kata Andika seperti dilansir detik.

Andika berjanji bertanggung jawab sampai mereka berangkat umroh. "Sebagaimana hak Bapak Ibu dan saya akan bertanggung jawab memberangkatkan Bapak Ibu sebagaimana proposal perdamaian yang telah diajukan kuasa hukum saya," tuturnya. 

Mendengar pernyataan Andika, para jemaah tampak antusias dan mengamini ucapan tersebut. "Aamiin," ujar jemaah serempak. 

Dalam kesempatan itu, Andika Surachman menyebut persoalan persaingan bisnis jadi alasan perusahannya gagal memberangkatkan para calon jemaah umrah. 

Menurut dia, pertanggungjawaban memberangkatkan umrah harus dilaksanakan. Andika percaya bukan hanya hukum dunia yang harus dipertanggungjawabkan, tetapi juga di akhirat.

Penyidik Bareskrim sebelumnya menetapkan 3 tersangka kasus pidana First Travel yakni pasangan suami-istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta adik Anniesa, Kiki Hasibuan. Total kerugian jemaah ditotal mencapai Rp 924.995.500.000.

Pihak Mabes Polri pada Rabu, 30 Agustus 2017, menyebut sejumlah aset yang disita penyidik dari bos First Travel adalah 5 rumah, 8 perusahaan, 5 mobil, termasuk 13 rekening bank.