Rabu, 06 Desember 2017 18:16 WITA

Gerindra Nilai Nasib Jokowi bakal Seperti Ahok

Editor: Adil Patawai Anar
Gerindra Nilai Nasib Jokowi bakal Seperti Ahok
Jokowi-Ahok.

RAKYATKU.COM - Ketua DPP Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas menilai, nasib Jokowi bakal seperti Ahok. Tak bakal memenangi Pilpres 2019. Ha ini ia katakan berdasarkan  hasil Lembaga Survei Indo Barometer.

Ia menjelaskan, hasil survei tersebut menandakan bahwa ada masyarakat Indonesia yang menginginkan adanya Presiden baru. Sebab hanya 61,7 persen masyarakat yang ingin Jokowi kembali menjadi Presiden dan masih ada peluang untuk pemimpin baru.

"Pertama hasil survei itu menggambarkan bahwa ternyata lebih banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan Presiden baru dibandingkan mempertahankan incumbent," kata Supratman seperti dilansir merdeka.

Dia menilai Pilpres 2019 mendatang juga akan memiliki hasil yang sama dengan Pilkada DKI 2017. Di mana tingkat kepuasan masyarakat tinggi terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat, namun masyarakat tidak memilih keduanya.

"Dengan demikian itu sama persis dengan kejadian yang ada di pilkada DKI. Tingkat kepuasan tinggi tapi tingkat keterpilihan rendah. Nah itu kemungkinan akan terjadi sehingga kami dari Partai Gerindra optimis bahwa Pak Prabowo akan jadi Presiden di tahun 2019," ujarnya.

Dia mengungkapkan banyak hal yang membuat elektabilitas Jokowi tak menang telak. Mulai dari permasalahan Perppu Ormas hingga capaian ekonomi.

"Banyak hal. Terutama menyangkut Perppu Ormas. Agak lebih mengekang hak asasi manusia. Artinya kebebasan orang berpendapat ini itu semakin dibatasi. Hal seperti itu. Kedua capaian ekonomi. Pertumbuhan kita janjinya tujuh persen. Tapi hari ini menurut laporan organisasi internasional. Sesungguhnya pertumbuhan kita hanya 4,7 persen. Maksimal 4,8 persen," tandasnya.

Diketahui, KPU DKI Jakarta mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, dengan perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, dengan 57,96 persen suara. Adapun pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 42,04 persen suara.

Padahal Indo Barometer pada 24 September 2016 merilis pasangan inkumben dalam pilkada DKI 2017 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat unggul dibanding dua pasangan calon lainnya.