Rabu, 06 Desember 2017 17:33 WITA

Usai Minta Uang karena Dicabuli, MB Penjarakan Empat Kakek

Editor: Almaliki
Usai Minta Uang karena Dicabuli, MB Penjarakan Empat Kakek

RAKYATKU.COM, SIGI - Diduga mencabuli remaja perempuan yang masih di bawah umur. Empat orang kakek warga Palolo, Sigi, ditangkap polisi pada Rabu (6/12/2017). PAR (58), MAT (50), YOH (59) dan RB (50), harus mendekam di balik jeruji besi Polres Sigi. 

Keempat pelaku yang merupakan warga Desa Uenuni Dusun IV Bampres Kecamatan Palolo ini, dilaporkan oleh saudara korban, berdasarkan laporan polisi nomor: Lp/94/XI/2017/sek pll, tanggal 18 November 2017. Sementara korban, sendiri yakni MB (16), saat ini masih dirawat medis di Puskesmas Palolo. 

Namun di balik peristiwa tersebut, muncul pernyataan yang mengejutkan keluar dari mulut korban, usai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Korban mengaku benar ia disetubuhi oleh empat lelaki paruh baya tersebut. Akan tetapi, hal itu dilakukan korban dikarenakan dirinya tidak diberikan uang oleh orang tuanya sendiri.

Sehingga untuk memperoleh uang, MB terpaksa harus menjual mahkotanya atau kesuciannya kepada para pelaku itu. Usai berhubungan, korban meminta sejumlah uang kepada pelaku dengan kisaran sesuai dengan yang diinginkan oleh korban sendiri. 

"Waktu diperiksa di Polsek Palolo, korban memang mengatakan seperti itu. Ia disetubuhi di hari yang berbeda dengan tempat yang berbeda pula. Namun usai berhubungan, korban meminta uang sebesar Rp50 ribu kepada pelaku," jelas Kabag Humas Polres Sigi, Iptu Fery.

Sementara itu, menurut salah satu pelaku inisial YOH menceritakan, sebelum menyetubuhi korban, pelaku pada hari kejadian itu berada di kebunnya. Tidak lama kemudian, korban menghampiri pelaku yang sedang beristirahat di pondok yang berada di tengah kebun. 

Korban pun merayu pelaku sambil meremas alat vital pelaku. Karena tergoda, pelaku pun langsung menyetubuhi korban, dan kemudian memberikan uang sebesar Rp50 ribu. Hal itu pun berlangsung selama dua kali.

Namun semua keterangan pelaku tidak dapat menghapus hukuman yang diberikan. Keempat pelaku ini tetap diproses secara hukum yang berlaku sesuai dengan tindakan hukum yang dilakukannya. Dengan dijerat pasal UU Perlindungan Anak.