Rabu, 06 Desember 2017 11:10 WITA

AS Akan Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Editor: Suriawati
AS Akan Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel
Foto: Reuters

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump secara sepihak akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Seorang pejabat pemerintah senior mengatakan bahwa Trump akan menyampaikan pengumuman penting tersebut pada hari Rabu (06/12/2017) pada pukul 1 siang waktu setempat.

"Dia akan mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata pejabat tersebut, dikutip AFP. "Dia memandang ini sebagai pengakuan atas realitas, baik realitas bersejarah maupun realitas modern."

Namun pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump tidak akan segera memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Padahal, para pemimpin Arab sebelumnya telah memperingatkan agar AS tidak memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem, dengan alasan bahwa itu akan menjadi "provokasi yang mencolok bagi umat Islam".

Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, AS akan menjadi negara pertama yang melakukannya sejak berdirinya negara bagian pada tahun 1948.

AS Akan Akui Yerusalem Sebagai Ibukota IsraelSaat ini, status Yerusalem sebagai tempat suci bagi orang Israel dan Palestina, masih sangat diperdebatkan. Israel selalu menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya, sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota sebuah negara Palestina masa depan.

Israel merebut sebagian besar wilayah timur Yerusalem selama Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya, dengan mengklaim kedua sisi kota sebagai "ibukota abadi dan tak terbagi".

Namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan dan dengan keras menentang upaya Israel untuk memperluas kedaulatan di sana.