Senin, 04 Desember 2017 10:55 WITA

Restoran di Sulsel Didorong Terbitkan Sertifikat Halal

Editor: Almaliki
Restoran di Sulsel Didorong Terbitkan Sertifikat Halal
M. Rajab

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Isu terkait masih banyaknya restoran, rumah makan, dan hotel di Sulsel yang tidak mengantongi sertifikat halal, ternyata menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Hal ini mendapat perhatian tersendiri dari Anggota Komisi A DPRD Sulsel, M. Rajab. Menurutnya, sertifikat halal telah menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan konsumen, untuk menjamin bahwa produk yang mereka komsumsi benar-benar halal untuk di komsumsi.

"Lembaga Pengawasan Produk Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel pun mencatat, hingga saat ini jumlah rumah makan, restoran, dan hunian hotel yang mengantongi sertifikasi halal, masih sangat minim," ujarnya, Senin (4/12/2017).

Oleh karena itu, sebagai anggota Komisi A yang membidangi mitra kerja meliputi pemerintahan, ketenteraman, ketertiban, perizinan, dan perlindungan konsumen ini, mempunyai harapan besar untuk menata hal tersebut. 

"Rumah makan, resto, dan hotel, harus memberi jaminan bagi pelanggan akan kehalalan produk makanannya. Karenanya, Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan MUI harus mengontrol kehalalan produk makanan yang beredar dalam masyarakat. Pemeriksaan makanan untuk menerbitkan sertifikat halal, harus dilakukan untuk memberikan jaminan pada masyarakat," tuturnya.

M. Rajab yang juga Juru Bicara NasDem Sulsel tersebut menyarankan agar setiap triwulan harus dilakukan pemeriksaan rutin atas rumah makan, resto dan hotel, atas kehalalan produksinya.

"Dengan adanya regulasi kehalalan UU nomor 33 tahun 2014 terkait jaminan halal dari pemerintah atas makanan, sudah seharusnya pendirian rumah makan dan resto harus menjadikan sertifikat halal sebagai prasyarat keabsahan pendirian. Masyarakat harus diberikan haknya untuk mendapatkan jaminan halal dari pemerintah," pungkasnya.