Sabtu, 02 Desember 2017 18:58 WITA

OPINI

Jadi High Quality Jomblo atau Pacaran Namun Low Quality

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jadi High Quality Jomblo atau Pacaran Namun Low Quality
Andika Putra.

Saat itu saya sedang duduk di sebuah taman bersama dua orang teman. Namun ada hal yang menurut saya cukup unik dan aneh terdengar dari belakang, tentang salah seorang diantara mereka yang statusnya masih jomblo.

"Coba deh kalian perhatikan wanita itu, dia cantik dan anggun. Andaikan wanita itu statusnya masih jomblo, aku siap jadi imam untuk dia," ucap salah seorang pria yang ada di belakang saya.

Namun sontak saja salah satu teman mereka menjawab dengan lantang 'jangan terlalu banyak mengigo. Jadi imam? Pacaran aja lo nggak laku, jadi nggak usah mimpi. Lo kasihan banget yah ditakdirkan menjomblo seumur hidup,'.

Kata "jomblo" bagi sebagian orang dianggap sebagai sebuah kata yang sangat mengerikan. Sebaliknya pacaran kerap dianggap sebagai sebuah prestasi dan pencapaian tersendiri. Namun kenyataannya, banyak yang berpacaran namun mengalami dekadensi moral atau bahkan diantara mereka ada yang mengalami amoral akibat pacaran.

Jomblo kerap dianggap suatu hal yang mengenaskan. Namun kenyataannya dengan mereka menjomblo, mereka sudah menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan dapat merusak moral. 

Salah satu contoh, mereka yang berpacaran sudah tidak lagi merasa aneh ketika berpelukan dan bahkan berciuman di tempat-tempat umum. Ini merupakan gambaran telah terjadi dekadensi moral di kalangan remaja yang berpacaran.

Sudah seharusnya, kata jomblo tidak lagi menjadi status yang mengenaskan tetapi menjadi status yang indah hingga saatnya tiba untuk menjadikan wanita atau pria yang dicintai menjadi halal. Bukan justru mengajak wanita atau pria yang dicintai berpacaran lalu membawanya menuju ke pintu dosa.

Kini saatnya jomblo bukan lagi status yang mengerikan dan sudah waktunya untuk menunjukkan kualitas diri untuk menjadi jomblo yang berkualitas atau "high quality jomblo". Bukan berpacaran namun "low quality".

Jomblo bukan lagi status yang perlu ditakuti, tapi dengan menjadi jomblo yang berkualitas, merupakan sesuatu yang penting. Sebab, dengan jomblo yang berkualitas, mampu menjadi pondasi yang kuat untuk membentuk rumah tangga yang harmonis kelak dengan wanita atau pria yang dicintai.

Sudah saatnya setiap waktu yang dilewati digunakan dengan baik misalnya saja, menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi, mewujudkan cita-cita, dan memperkuat pengetahuan agama agar kelak mampu menjadi pasangan yang harmonis dengan pasangan yang dihalalkan.

Jadilah versimu sendiri high quality jomblo hingga tiba waktunya untuk menghalalkan pasangan yang dicintai, jangan meniru versi sahabat atau teman sekolahmu atau teman kuliahmu. Ciptakan keunikan dirimu sendiri untuk menunjukkan kualitas dirimu.

 

Penulis: Andika Putra
Alumni UIN Alauddin Makassar

 

Tags