Kamis, 30 November 2017 17:00 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Bahas Soal Pekerja Millennial di Unhas

Editor: Andi Chaerul Fadli
BPJS Ketenagakerjaan Bahas Soal Pekerja Millennial di Unhas

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menyambut HUT ke-40, BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan kuliah umum 40 menit mengajar di Universitas Hasanuddin, Makassar. 

Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini berlangsung pada Rabu (29/11/2017) itu menghadirkan keynote speaker Deputi Direktur Bidang Perencanaan Strategis BPJS Ketenagakerjaan, Romie Erfianto serta panelis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Abdullah Sanusi yang juga merupakan dosen muda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.

Acara yang berlangsung di Gedung Ipteks Unhas ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof Abdul Rahman Kadir dan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pemasaran Penerima Upah Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Makassar R. Harry Agung Cahya. 

Diskusi dimulai dengan pemaparan materi oleh Abdullah Sanusi Ph.D selaku panelis pada acara tersebut. Dalam kesempatan ini Abdullah Sanusi Ph.D menyoroti tentang pekerja muda di Indonesia diambang bonus demografi. 

“Tipikal pekerja jaman now ini sudah sangat berubah, tidak lagi mementingkan bahwa mereka bekerja tapi juga ingin menonjolkan eksistensi mereka,” ujar Abudullah Sanusi.

Untuk itu, menurut Abdullah Sanusi, penting untuk BPJS Ketenagakerjaan mulai mengkaji bagaimana strategi yang tepat untuk menggaet pekerja millennial agar mengetahui program perlindungan yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

 “Apalagi dengang peningkatan pesat pada platform digital, ini saya kira membutuhkan effort yang lebih untuk penetrasi dalam hal edukasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan kedepannya” tambah Abdullah Sanusi. 

Menyambut materi yang disampaikan oleh panelis dalam kuliah umum tersebut, Romie Erfianto memulai dengan menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung program prioritas pembangunan Presiden Joko Widodo. Salah satu programnya yaitu di bidang kesejahteraan.

 "BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memberi perlindungan bagi seluruh pekerja dan membantu pemerintah dalam mengurangi ketimpangan di masyarakat," ungkapnya.

Menjawab isu tentang pekerja millennials, Romie banyak bercerita tentang kondisi pekerja millennials yang tidak terlalu peduli dengan hari tua mereka. Mereka cenderung menabung bukan untuk mempersiapkan hari tua yang sejahtera tetapi untuk kegiatan yang hanya dinikmati sesaat seperti liburan.  

“Tiap generasi punya needs yang berbeda, generasi saya butu leisure sedangkan millennials butuh esteem. Saya kira BPJS Ketenagakerjan akan memerlukan banyak riset-riset tentang demografi untuk menjawab tantangan ini kedepannya dan kita lagi menyiapkan itu,” terang Romie.

Pada kesempatan yang sama BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan penyediaan literatur untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas sebesar Rp 10.000.000. 

Romie berharap pengenalan sejak dini tentang program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin meningkatkan pemahahaman masyarakat mengenai BPJS Ketenagakerjaan khususnya para mahasiswa yang merupakan calon pekerja.