Senin, 27 November 2017 18:50 WITA

Alhamdulillah, Rehan dan Bayu Tak Gantian Baju Sekolah Lagi

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Alhamdulillah, Rehan dan Bayu Tak Gantian Baju Sekolah Lagi
Anggota DPRD Makassar, Basdir saat menyambangi rumah Rehan dan Bayu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rehan dan Bayu ialah dua bersaudara yang sekolah di SD Barabaraya III Makassar. Rehan, si kakak saat ini duduk di bangku kelas 6, dan Bayu di kelas 4. Sejak Bayu berstatus siswa kelas 1 di sekolah yang sama, masalah mulai muncul.

Saat itu, Rehan yang telah duduk di bangku kelas 3, mulai 'kerepotan'. Sebagai kakak, ia mesti mengalah demi kebutuhan sang adik, jika membutuhkan baju seragam sekolah. Alhasil, ia sempat kena batunya.

Rehan pernah sekali ditegur oleh gurunya, saat jam pelajaran olahraga berlangsung. Saat itu, Rehan tak mengenakan baju seragam olahraga, seperti yang dipakai oleh teman sekelasnya.

Namun, bukannya memberi alasan, Rehan malah bercucuran air mata. Alasannya, sang adik, Bayu juga telah menggunakan baju sang kakak, saat pembelajaran olahraga di hari sebelumnya. Nahasnya, baju olahraga yang dicuci oleh Bayu, tak kunjung kering. Rehan hanya bisa menangis dan tak tahu mau beralasan apa. 

Kisah Rehan dan Bayu itu diceritakan oleh Anggota DPRD Makassar, Basdir. Kata Basdir, cerita itu ia dapat di beranda Facebook miliknya, yang diposting oleh akun bernama Fatmah.

Tak tinggal diam, Basdir akhirnya menyambangi rumah Rehan dan Bayu, di Jalan Setapak, Kecamatan Makassar, pada Senin (27/11/2017) siang.

Alhamdulillah, Rehan dan Bayu Tak Gantian Baju Sekolah LagiDari keterangan kedua orang tua Rehan dan Bayu, yaitu Jumriah dan Deng Rangga, kata Basdir, keluarga tersebut memang tergolong kurang mampu. Rumahnya kurang lebih berukuran 3×3 meter.

Dalam kesempatan itu, dihadapan Rehan dan Bayu, anggota Komisi D DPRD Makassar ini menceritakan masa-masa kecilnya saat masih duduk di bangku SD. Basdir berkisah, dulunya juga termasuk keluarga pra sejahtera.

"Tapi saya dulu kalau pulang sekolah, pergi keliling jual sembarang, biasa es lilinnya orang, nasi bungkus dan semacamnya. Nah sekarang bisa tonjaki jadi anggota DPRD. Jadi sekolahki baik-baik nak," kisah Basdir sambir menepuk bahu Regan yang duduk di sampingnya.

Alhamdulillah, Rehan dan Bayu Tak Gantian Baju Sekolah LagiDijelaskan politikus Demokrat ini, sang ibu, Jumriah kesehariannya menjadi tukang cuci keliling. Dan sang suami, yang sempat terkena stroke tak mampu berbuat banyak. 

"Rehan dan Bayu biasanya bantu memilah bahan bekas di penampungan pemulung pak, kalau kakaknya dulu biasa jual kacang," kata Basdir, menirukan cerita Jumriah.

Akhirnya, sebelum kembali, Basdir sempat menitipkan baju seragam buat Rehan dan Bayu untuk dikenakan di sekolah. Agar, tidak terjadi hal yang sama nantinya. "Sekolah ki baik-baik nak. Jangan ki mau berhenti sekolah," kata Basdir mengulang pesan kepada Rehan dan Bayu sebelum kembali ke DPRD Makassar.