Senin, 27 November 2017 10:53 WITA

Blokade Qatar: Negara-negara Arab Perluas Daftar Hitam

Editor: Suriawati
Blokade Qatar: Negara-negara Arab Perluas Daftar Hitam
Foto: Reuters

RAKYATKU.COM - Dua organisasi Islam dan 11 orang telah ditambahkan dalam hitam yang disusun oleh empat negara Arab yang memblokade Qatar.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil "sehubungan dengan komitmen mereka untuk memerangi terorisme, mengeringkan sumber pendanaan mereka, serta memerangi ideologi ekstremis ... dan promosinya".

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya, yang mulai memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di Qatar sejak bulan Juni, menuduh negara kecil itu mendukung "terorisme". Qatar membantah tuduhan tersebut.

Dua organisasi yang ditambahkan dalam daftar hitam adalah International Union of Muslim Scholars, yang dipimpin oleh Yusuf al-Qaradawi, seorang teolog terkemuka dari Mesir, dan International Islamic Council for Da'wah and Relief.

"Dua entitas yang terdaftar adalah organisasi teroris yang bekerja untuk mempromosikan terorisme melalui eksploitasi wacana Islam... sebagai penutup untuk memfasilitasi berbagai aktivitas teroris," bunyi pernyataan tersebut.

Loading...

"Individu juga telah melakukan berbagai operasi teroris di mana mereka telah menerima dukungan Qatar secara langsung di berbagai tingkat, termasuk memberi mereka paspor dan menugaskan mereka ke institusi Qatar dengan berkedok amal untuk memfasilitasi gerakan mereka."

Ke-11 individu tersebut termasuk direktur bantuan dan pembangunan internasional di Bulan Sabit Merah Qatar, Khaled Nazem Diab, pembangkang Bahrain Hassan Ali Mohammed Juma Sultan, dan pemimpin umum gerakan Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ezzat.

Seorang warga Qatar, Mohammed Suleiman al-Haydar, termasuk dalam daftar, sementara beberapa tambahan lainnya berasal dari Mesir, Libya dan Somalia.

Negara -negara yang memblokade mengatakan otoritas Qatar belum "mengambil tindakan efektif untuk menghentikan aktivitas teroris", dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk membangun "keamanan di wilayah ini".

Tags
Loading...
Loading...