Jumat, 24 November 2017 04:01 WITA

Dugaan Penyiksaan Para Pangeran Arab Saudi

Editor: Adil Patawai Anar
Dugaan Penyiksaan Para Pangeran Arab Saudi

RAKYATKU.COM - Nasib para pangeran Arab Saudi dan pengusaha miliarder yang ditangkap dalam sebuah kampanye memberantas korupsi ternyata mengenaskan. Saat ini mereka ditahan di hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi.

Para tahanan itu, berdasar sumber DailyMail.com, mendapatkan siksaan dari para bodyguard yang disewa Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS). Bodyguard-bodyguard itu berasal dari salah satu biro keamanan swasta Amerika. Setidaknya ada 11 pangeran, ratusan pengusaha, dan pejabat pemerintah yang ditahan dengan tuduhan korupsi.

”Mereka (para bodyguard, Red) memukul mereka, menyiksa mereka, menampar mereka, menghina mereka. Mereka ingin menghancurkan mereka,” kata sumber tersebut kepada DailyMail.com.
 
Para bodyguard itu kata sumber DailyMail.com, berasal dari perusahaan berlabel Blackwater. Perusahaan ini sudah menjadi rahasia umum di media-media sosial Arab Saudi. Bahkan Presiden Lebanon pun mengakui keberadaan Blackwater.

Tetapi, perusahaan pengganti Blackwater menyangkal kalau mereka sudah disewa Arab Saudi. Perusahaan ini mengatakan bahwa mereka tidak melakukan penyiksaan yang merupakan tindakan ilegal bagi warga AS dimanapun.

MBS yang memerintahkan penangkapan tersebut juga telah menyita lebih dari USD 194 miliar dari rekening bank dan menyita aset mereka yang ditangkap. Pangeran yang berjanji membawa Saudi lebih moderat itu disebutkan sudah melangkahi prosedur resmi untuk menangkap para pangeran, pengusaha, dan pejabat tersebut.

”Semua penjaga yang bertanggung jawab berasal dari jasa keamanan swasta. Alasannya, MBS tidak menginginkan perwira Saudi memberi hormat kepada para tahanan,” kata sumber yang meminta untuk tetap anonim.

”Di luar hotel tempat mereka ditahan, Anda bisa melihat kendaraan lapis baja dari pasukan khusus Saudi. Tapi di dalam, perusahaan keamanan swasta yang berkuasa.” Para bodyguard itu memindahkan semua orang dari Abu Dhabi dan sekarang mereka bertanggung jawab atas segalanya.”

Sumber tersebut menambahkan kalau MBS juga melakukan interogasi sendiri. ”Bila ada sesuatu yang besar, dia mengajukan pertanyaan kepada mereka,” kata sumber tersebut. ”MBS berbicara dengan sangat baik saat interogasi, lalu dia meninggalkan ruangan, dan tentara bayaran masuk. Tahanan kemudian ditampar, dihina, digantung, disiksa."

Di antara mereka yang ditangkap atas tuduhan korupsi adalah Pangeran Alwaleed Bin Talal, keponakan Raja Saudi yang mmeiliki kekayaan lebih dari USD 17 miliar. Menurut Forbes, Pangeran Talal memiliki saham di Twitter, Lyft, dan Citigroup.

Sumber DailyMail.com menyebutkan kalau MBS menjebak Pangeran Talal dengan pura-pura mengundangnya ke sebuah pertemuan di istana Al Yamamah. Tetapi, alih-alih bertemu, MBS mengirim petugas untuk menangkapnya pada malam sebelum pertemuan tersebut.

”Pukul 02.45, semua pengawal Pangeran Talal dilucuti, para penjaga kerajaan MBS masuk,” kata sumber tersebut. ”Dia diseret dari kamar tidurnya. Masih mengenakan piyama, dia diborgol, dimasukkan ke belakang SUV, dan diinterogasi seperti penjahat. Mereka menggantung para tahanan terbalik untuk mengirim ”pesan”.