Rabu, 22 November 2017 18:41 WITA

Kian Meningkat, Penderita TBC di Maros Capai 947 Orang

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Kian Meningkat, Penderita TBC di Maros Capai 947 Orang

RAKYATKU.COM, MAROS - Suspek penderita penyakit Tuberkolosis (TB) atau yang dikenal dengan sebutan TBC di Maros kian meningkat. Tercatat, Januari hingga Agustus 2017, angkanya mencapai 947 penderita. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Maros, Maryam Haba, saat menghadiri rapat Penyusunan Strategi Advokasi Penanggulangan TB dan Aids, yang digelar oleh Community TB-HIV Care SSR Aisyiyah Maros, di Hotel Baruga, Mandai, Rabu (22/11/2017). 

"Suspek TB per kecamatan data per semester 1 hingga Agustus 2017 ini mencapai 947 suspek dengan jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Bantimurung, Bontoa dan Marusu," ungkapnya. 

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada kebijakan yang bersifat menyeluruh untuk memininalisir penyebaran penyakit yang sangat mudah menular ini. Menurutnya, kebijakan itu bisa dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup).

"Langkah yang ditempuh oleh koordinasi lembaga ini saya rasa sudah sangat tepat. Apalagi penyebaran penyakit ini mudah sekali karena bisa lewat udara. Kebijakannya bisa dalam bentuk apa saja," terangnya. 

Sementara, Kepala SSR RB HIV Care Maros, Masnah Azis, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah penyusunan isu strategis dan antisipasi pengendalian TB dan Rencana Tindak Lanjut. Bahan ini akan menjadi acuan dinas dan instansi terkait untuk mendorong lahirnya kebijakan itu. 

"Ini langkah awal untuk kita jadikan bahan bersama dalam upaya itu. Nantinya bisa terjalin komunikasi dan kerjasama yang semakin baik dengan pemerintah selaku pengambil kebijakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam mengatakan, pihaknya telah menetapkan salah satu Ranperda yang mendukung penanggulangan TB. Ia berharap naskah akademik Ranperda itu bisa disiapkan oleh lembaga terkait. 

"Ranperda ini setelah disahkan nantinya diharapkan agar bisa diimplementasikan sesuai kesiapan masing-masing stakeholder, misalnya sosialisasi bahaya TB sehingga tenaga sosialisasinya juga harus siap," ujarnya. 

Dalam kegiatan tersebut juga dibentuk Forum Peduli TB dan HIV Kabupaten Maros yang terdiri dari unsur Puskesmas, Majelis Taklim, Lembaga MAUPE, Palang Merah Indonesia (PMI) Maros, BKPRMI Maros, BKKI Maros, DPC GRANAT Maros, IBI, Persakmi, IPM dan beberapa Ormas lainnya.