Selasa, 21 November 2017 18:00 WITA

Pemkab Lutra Fokus Pada Infrastruktur, Ekonomi dan SDM di 2018

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pemkab Lutra Fokus Pada Infrastruktur, Ekonomi dan SDM di 2018
Kepala Bappeda Luwu Utara, Rusydi Rasyid

RAKYATKU.COM, LUWU UTARA - Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara akan fokus pada tiga aspek pembangunan pada tahun 2018 mendatang.

Antara lain, akselerasi pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi kerakyatan, dan penguatan kualitas manusia. Hal ini dalam rangka mewujudkan pembangunan yang merata. 

“Kebijakan pembangunan tahun 2018 kita arahkan pada penyediaan infrastruktur prasarana fisik, mendorong bangkitnya sektor pertanian dan UMKM serta pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan,” ungkap Kepala Bappeda Luwu Utara, Rusydi Rasyid, Selasa (21/11/2017).

Segala kebijakan tersebut, lanjut Rusydi, diharapkan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan IPM dan pengurangan angka kemiskinan. 

Rusydi menjelaskan, pembangunan infrastruktur prasarana fisik  yang menjadi prioritas adalah perluasan jalan dalam Kota Masamba, penyelesaian jalan lingkar dalam Kota Masamba, pembangunan pintu gerbang kota, pembangunan gedung olah raga, tahapan pembangunan jalan lingkar luar di wilayah pesisir serta pembangunan dan perbaikan prasarana jalan dan jembatan yang tersebar di semua kecamatan.

“Itu untuk pembangunan infrastruktur prasarana fisik. Belum lagi di sektor pengembangan ekonomi kerakyatan, di mana kita fokus pada pembangunan sektor pertanian dalam arti yang luas, penumbuhan UMKM, serta perbaikan objek-objek wisata. Ini semua kita lakukan dalam rangka pengembangan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Di sektor pelayanan dasar, pemerintah daerah fokus pada perbaikan dan pembangunan prasarana Rumah Sakit Andi Djemma dan Puskesmas, sehingga pelayanan terhadap pasien bisa dioptimalkan, di samping tentunya tidak melupakan pemanfaatan dana desa melalui kewenangan desa. 

“Dana desa juga tak kalah penting dalam rangka mengoptimalkan  pemanfaatan dana desa melalui kewenangan desa, utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan dan pelayanan sosial lainnya,” pungkas Rusydi.