Senin, 20 November 2017 16:21 WITA

Terpidana Mati Amir Aco Pesan 987 Ekstasi dari Belanda

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Terpidana Mati Amir Aco Pesan 987 Ekstasi dari Belanda
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono (tengah) memperlihatkan ekstasi yang dipesan terpidana mati Amir Aco dari balik penjara.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel merilis pengungkapan kasus narkoba yang diotaki terpidana mati, Amir Aco, Senin (20/11/2017). Polisi merilis barang bukti 987 butir ekstasi dari Belanda. 

Ditresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha mengungkapkan, ekstasi yang dipesan Amir Aco adalah jenis gucci.

"Bentuknya pun beda. Biasanya kan bulat. Kalau ini bentuknya kotak. Memiliki kandungan amphetamine dan ini belum dioplos. Katanya masih bisa diolah jadi tiga. Harga perbutir 300 ribu," ungkap Eka kepada awak media. 

Eka menyebutkan ekstasi ini masuk dari Belanda menuju alamat Rapokalling. Ditempatkan di sebuah boks karaoke mini. Saat di Kantor Pos, Pihak Bea Cukai Makassar berhasil melakukan uji X-Ray. 

Terpidana Mati Amir Aco Pesan 987 Ekstasi dari BelandaSetelah dilakukan penyelidikan, ditangkaplah enam pelaku penyelundupan. Yaitu Thamrin Harapan, Arsyal, Supiati Daeng Kanang (72) dan Amirah. Keempatnya warga Jalan Cenderawasih IV. Daeng Kanang belakangan ternyata ibu dari Amir Aco.

Dua pelaku lainnya adalah Andi Sanra Puspa Dewi dan suaminya, Suriansah di Jalan Rapokalling. 

Terpidana Mati Amir Aco Pesan 987 Ekstasi dari BelandaPetugas juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Amir Aco di Lapas Kelas I Makassar. Hasilnya, Aco mengakui 987 butir ektasi itu merupakan miliknya. 

"Pengakuannya, itu miliknya tapi atas perintah dari bosnya di Lapas Nusakambangan," Dicky Sondani, Kabid Humas Polda Sulsel.