Senin, 20 November 2017 03:00 WITA

Kisah Horor Ojek Online, Terima Order dari Kuburan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kisah Horor Ojek Online, Terima Order dari Kuburan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Hantu merupakan mahluk yang paling populer diceritakan. Orangtua, remaja dan anak-anak begitu gemar mendengar cerita hantu. Entah di negara berkembang maupun negara maju, hantu masih dipercayai dengan berbagai macam bentuk.

Meski menakutkan, namun cerita mengenai hantu selalu menarik rasa penasaran kita. Entah bertalian atau tidak, namun seiring perkembangan zaman, berkembang pula cerita hantu yang terlibat aktif dalam kegiatan teknologi tingkat tinggi.

Salah satunya adalah cerita hantu memesan makanan melalui ojek online berbasis teknologi aplikasi smartphone. Entah para hantu itu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia manusia atau lainnya, yang pasti cerita itu benar dan nyata adanya.

Seperti yang dialami oleh Gus Pur, driver ojek online ternama di Indonesia. Gus Pur beroperasi di Bali. Saban hari ia berkeliling Pulau Dewata menjajakan jasa ojek online.

Sudah ribuan orang dia antar dari satu lokasi ke tempat lainnya. Ia juga rajin menerima order makanan yang dipesan pelanggan melalui aplikasi online. Malam Jumat, seperti biasa Gus Pur mangkal di sekitaran Denpasar. 

Saat tengah asyik bercengkerama dengan rekannya sesama driver ojek online, tiba-tiba saja aplikasi di handphonenya menandakan adanya pesanan makanan. Secepat kilat ia sambar handphone miliknya. Sekali sentuh saja, order mie di sekitar bunderan Teuku Umar ia terima.

Satu jam lamanya ia antre untuk pesanan mie yang terkenal super pedas itu. Entah kebetulan atau tidak, nama restoran yang dipesan pelanggan menggunakan nama kuburan besar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Setelah pesanan siap, ia lantas memacu sepeda motornya menuju alamat pemesan yang terletak di lantai tiga sebuah pertokoan nomor 217 di samping Terminal Tegal, Imam Bonjol, Denpasar. 

Gus Pur sama sekali tak curiga. Ia terus saja memperhatikan map di aplikasi telepon selularnya. Ia terperanjat ketika aplikasi mengarah masuk ke dalam kuburan Tegal yang terletak di samping terminal.

"Pesanannya diminta diantar ke ruko nomor 217 lantai 3 Terminal Tegal. Tapi arahnya map saya masuk ke dalam kuburan. Saya coba jalan lain, tapi arahnya juga tetap saja mengarah ke dalam kuburan," kata Gus Pur dilansir Liputan6, Minggu (19/11/2017).