Minggu, 19 November 2017 11:04 WITA

Gatot Nurmantyo: Indonesia Bakal Menjadi Sasaran Utama

Editor: Adil Patawai Anar
Gatot Nurmantyo: Indonesia Bakal Menjadi Sasaran Utama
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

RAKYATKU.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan orasi ilmiah bertajuk Kesiapan Negara RI Dalam Menghadapi Permasalahan Pertahanan dan Keamanan di ASEAN. Orasi ilmiah tersebut dipaparkannya dalam sidang Terbuka Senat Unisba, di Bandung, Sabtu (18/11/2017).

Dalam orasi ilmiahnya dia memaparkan sejumlah teori seperti teori Malthus 1798  dan Peak Oil Theory. Dari dua teori itu Gatot menyimpulkan sebuah teori baru yang diberi nama teori Pergeseran Latar Belakang dan lokasi Konflik Dunia.

Teori itu menyebutkan bahwa jika nanti sumber energi habis dan kelangkaan pangan dan air terjadi maka lokasi konflik akan berpindah ke negara ekuator, salah satunya Indonesia.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang memiliki kekayaan alam yang melimpah akan menjadi sasaran utama. Sehingga semua pihak harus mewaspadai hal itu.

"Ini permasalahan tersendiri karena di ekuator pusat kehidupan dunia dan Indonesia salah satu negara kepulauan terbesar dan terindah di ekuator ASEAN," katanya, seperti dilansir kompas.com.

Dia menyebutkan, negara di ekuator seperti Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA).

"Mengapa terjadi ancaman? Karena jumlah penduduk, tumbuhan untuk makan, untuk energi. Pada 26 tahun dari sekarang, tumbuhan sebagian untuk makanan sebagian untuk energi," katanya.

Gatot pun sempat mengutip perkataan Presiden RI pertama Soekarno, yang mengatakan bahwa kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara di dunia.

"Yang perlu kita waspadai adalah teori hegemoni dunia yang ingin menguasai dunia. Caranya dengan menciptakan kultur aturan global. Yang melanggar bisa ditindak, dan salah satu korbannya adalah negara timur," ucap dia.

Tanpa terasa, lanjutnya, tradisi lokal mulai tergerus oleh kultur global, pasar tradisional yang mulai digantikan pasar modern. Padahal, katanya, pasar tradisional merupakan tempat untuk berkumpul dan berinteraksi masyarakat.

"Ini harus kita waspadai dan ini tujuannya memenangkan kompetisi global, dan bahkan yang tadinya kompetisi global pun akan berubah jadi kompetisi manusia" katanya.

Tak hanya itu, Gatot pun memaparkan dahsyatnya kekuatan migrasi, ketika ribuan orang setiap tahunnya melakukan migrasi untuk mencari kehidupan yang lebih baik, apalagi mengingat pertumbuhan manusia setiap tahunnya terus meningkat.

"Dan Indonesia akan diperebutkan sebagai tempat pengharapan dunia dengan cara proxy war yang sudah dimulai sejak lama. Inilah yang benar-benar harus kita waspadai," ujarnya.

Namun Gatot meyakini untuk menguasai Indonesia tidak mudah. "Karena kita punya Pancasila dan itu sudah teruji. Jadi jangan coba-coba rubah Pancasila yang merupakan intisari nilai luhur yang diambil dari budaya dan kearifan lokal. Pancasila ini intisari dari nilai agama. Pancasila pemersatu yang sangat Bhineka Tugal Ika. Itu yang harus kita yakini," sebut dia.

Sementara itu ditemui usai acara, Gatot mengaku sengaja memaparkan orasi tersebut untuk mendidik para mahasiswa menjadi seorang pejuang, ilmuwan, dan kader perubahan bagi Indonesia.

"Saya memprovokasi mahasiswa agar mempunyai jiwa-jiwa, untuk lebih semangat lagi menimba ilmu dan jangan fokus pada satu ilmu saja. Karena mereka dipersiapkan untuk mengisi demokrasi Indonesia ini," katanya.