Rabu, 15 November 2017 18:16 WITA

Anak Nurdin Abdullah dan Pom Bensin

Editor: Almaliki
Anak Nurdin Abdullah dan Pom Bensin

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Acara orasi ilmiah dan pengukuhan gelar Profesor kepada Nurdin Abdullah, pada Rapat Senat Universitas Hasanuddin, dihadiri oleh orang-orang terdekatnya.

Tampak hadir memdampingi di antaranya sang istri, Liestiaty F. Nurdin, bersama kedua putranya yakni M. Syamsul Reza Nurdinm, dan M. Fathul Fauzi Nurdin. Kurang satu, sosok anak sulung, Putri Fatima Nurdin, tidak tampak.

Ternyata, ia berada di Jepang, sehingga tidak bisa hadir. Meski begitu, melalui akun Facebook pribadinya bernama Putri Nurdin, ia mengucapkan selamat kepada sang ayah.

Berikut isi curahan hati Putri Nurdin :

Dulu.....
Saya suka tertekan dengan kata2 orang “kamu harus lebih hebat dari orang tuamu”... sering ngeri sendiri membayangkan masa depan saya, gimana kalau saya gagal? 

Ada beberapa masa dalam hidup saya, di mana saya menetapkan target... harus masuk sekolah unggulan, harus ranking 1, harus bisa lulus di univ ini, dll. Semua mengenai pembuktian ke orang-orang bahwa saya bisa... 

Namun ternyata tanpa saya sadari, saya telah membuat diri saya sendiri tertekan dan rapuh. Di saat saya menemui kesulitan dan kegagalan, saya tidak punya banyak tenaga untuk fight, karena tenaga saya lebih banyak habis saat berjuang dengan diri yang tegang tiap harinya..

Sampai suatu hari saya ngobrol dengan papa saya... 

Saya: Papa dulu cita-citanya apa? 
Papa: Papa dulu citacitanya pengen punya pom bensin... satu saja yang penting ada....
Saya: Hah? 
Papa: Iya... papa pikir kalo punya pom bensin, tinggal duduk, uang mengalir... (terus ketawa)

That’s it.... sesimple itu.... ga ada cita-cita mau jadi bupati... ga ada cita-cita jadi profesor... menurut papa, apapun amanah yang diberikan saat ini, itu yang dijalani dengan sepenuh hati... sekecil apapun amanah itu, asal dikerjakan dengan sepenuh hati, Insyaallah hasilnya akan baik dan berkah...

Perubahan mindset papa saya, banyak diinspirasi oleh figur orang tua dalam keluarga kami... orang tua papa dan orang tua mama..

Sabarnya Papa merupakan cerminan dari Nenek Aji (Mamanya Papa)
Tegasnya Papa merupakan cerminan dari Nenek Pappi (Papanya Papa)
Rasa sayangnya terhadap orang kecil, merupakan cerminan dari Nenek Is (Mamanya Mama) 
Integritas dan sifat amanahnya merupakan cerminan dari Nenek Unding (Papanya Mama)

Selamat papaku sayang atas orasi ilmiah dan pengukuhan guru besarnya hari ini...

Sekadar diketahui, hingga berita ini dimuat, postingan ini mendapat 493 like, 61 komentar dan 17 kali dibagikan.