Rabu, 15 November 2017 16:58 WITA

Bulukumba Gandeng USAID Pemanfaatan IPAL

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Bulukumba Gandeng USAID Pemanfaatan IPAL

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Dalam rangka melanjutkan program Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan USAID dalam rangka mewujudkan program tersebut.

Kerjasama ini terkait bangunan Instalasi Pengelolaan Limbah yang telah memakan anggaran besar, namun tidak termanfaatkan secara maksimal, bahkan mulai mengalami kerusakan. Untuk itu pihak USAID dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengambil langkah konkret.

Tim Leader Program USAID, Sofyan Iskandar melaporkan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke lokasi Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ada. Dari kunjungan tersebut, ditemukan beberapa fakta-fakta tentang kondisi bangunan tersebut, sehingga pihak USAID dengan Pemkab Bulukumba akan duduk bersama untuk membicarakannya. 

Adapun temuan tersebut, diantaranya kerusakan pada bangunan karena tidak adanya petugas pengelola yang bertanggungjawab, sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten segera membentuk tim pengelola Instansi Pengelola Air Limbah  

"Perlu dibentuk unit kerja yang mengelola, mulai dari proses perencanaan sampai dengan beroperasinya IPAL ini," kata Sofyan, Rabu (15/11/2017).

Sementara itu, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali memberikan warning kepada seluruh OPD yang terlibat dalam program ini, untuk segera menuntaskan pelaksanaan pembangunan IPAL domestik tersebut. 

"Kita harus bekerja cepat dan tepat, sehingga apa yang kita rencanakan ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," tegas AM Sukri.

Ia mengharapkan Satker dan USAID segera mendapatkan titik temu, sehingga pekerjaan tersebut tidak terkesan jalan sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan analisa yang cermat dalam melanjutkan pembangunan IPAL Domestik tersebut, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaannya. 

Ia menegaskan, jangan sampai bangunan sudah ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan dan dipelihara karena tidak adanya koordinasi dengan baik antara OPD. Sukri juga meminta kepada Tim Leader dan Regional Manager USAID agar setiap saat melaporkan kondisi pelaksanaan program tersebut.

"Jangan takut melaporkan apa yang menjadi kendala di lapangan,  kita mau ini program sukses di Bulukumba sehingga pihak USAID kedepan bisa lagi memasukkan program baru di Bulukumba," ujar AM Sukri.

Diproyeksikan jika program ini sudah berjalan, hasil limbah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan bisa dipergunakan oleh petani. Sehingga lebih meringankan beban petani, serta pihak Pemerintah juga bisa memanfaatkan pupuk tersebut untuk menyuburkan tanaman yang ada di kota Bulukumba.