Rabu, 15 November 2017 14:38 WITA

Pria ini Klaim Tanah di Antara Mesir dan Sudan Sebagai Kerajaannya

Editor: Suriawati
Pria ini Klaim Tanah di Antara Mesir dan Sudan Sebagai Kerajaannya
Suyash Dixit

RAKYATKU.COM - Seorang pria India mendirikan kerajaannya sendiri di atas tanah tak terklaim, seluas 800 mil persegi yang berada di antara Mesir dan Sudan. Suyash Dixit menamai kerjaannya sebagai Kingdom of Dixit.

Wilayah itu adalah Bir Tawil, dan memang merupakan wilayah yang tidak diklaim secara sah. Beberapa orang telah berusaha menjajahnya selama bertahun-tahun, termasuk seorang pria Rusia dan seorang pria Amerika.

Bir Tawil berarti 'sumur dalam' dalam bahasa Arab, terletak di sebelah selatan perbatasan antara Mesir dan Sudan, namun kedua negara tidak ingin mengklaimnya.

Dikatakan bahwa Bir Tawil itu adalah satu-satunya tanah yang tidak menjadi bagian dari negara atau negara bagian manapun. Kabarnya, wilayah itu tidak pernah dihuni manusia selama lebih dari 100 tahun.

Pria ini Klaim Tanah di Antara Mesir dan Sudan Sebagai KerajaannyaNamun kini Dixit telah menyatakan dirinya sebagai 'raja pertama Dixit'. Dia telah menanam benih dan menancapkan bendera di dua tempat, sebagai simbol kepemilikannya atas tanah itu.

Dia juga telah mengumumkan di Facebook bahwa kerajaannya membuka investasi asing.

"Saya, Suyash Dixit, pertama dari nama saya dan pelindung dunia, menyatakan diri saya sebagai raja Kingdom of Dixit. Saya menyebut diri saya, Raja Suyash Pertama mulai hari ini," tulisnya di Facebook.

"Saya menyatakan tanah Bir Tawil yang tidak diklaim ini sebagai negara saya mulai dari sekarang sampai waktu yang kekal. Saya berjanji untuk terus bekerja demi kemakmuran rakyat saya di negara ini dan tanah air ini."

Di postingan Facebooknya, dia juga menceritakan rincian perjalanannya ke Bir Tawil, menulis bahwa dia harus mendapatkan izin dari militer Mesir untuk melakukan perjalanan ke sana.

Dixit juga mengakui bahwa dia bukanlah orang pertama yang mengumumkan tanah itu sebagai miliknya sendiri. 

"Sekarang saya tahu bahwa sekitar 5-10 orang telah melakukannya di masa lalu, tapi inilah tanah saya sekarang dan jika mereka menginginkannya kembali, di sana akan menjadi perang."

Dia juga mengatakan akan menulis email ke PBB, untuk mendapatkan pengakuan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki empat kriteria untuk kenegaraan, yaiitu populasi permanen, wilayah yang ditentukan, pemerintah dan kemampuannya untuk melakukan hubungan dengan negara lain.

Tags