Rabu, 15 November 2017 14:04 WITA

DPLH Sulsel Paparkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
DPLH Sulsel Paparkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel Menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), di Hotel Colonial Makassar, Rabu (15/11/2017).

Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, Andi Hasbi Nur mengatakan, selama ini proses pembangunan yang dilaksanakan oleh Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), telah menunjukkan hasil yang positif di berbagai aspek kehidupan masyarakat. 

Namun, masih terdapat isu-isu lingkungan yang membutuhkan perhatian untuk dapat diatasi secara optimal. 

"Untuk itu, perlunya suatu tindakan yang strategis agar dapat mengarahkan dan menjamin lahirnya kebijakan, rencana dan program. Tindakan strategis itu adalah KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis)," ujarnya.

DPLH Sulsel Paparkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Ia menambahkan, KLHS merupakan proses yang sistematis dan ilmiah, untuk mengevaluasi pengaruh lingkungan hidup, dan menjamin terintegrasikannya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis.

"Ini merupakan tindakan yang secara sistematis mempertimbangkan efek negatif terhadap lingkungan dan menjamin keberlanjutannya," imbuh Hasbi.

Ia mengungkapkan, ada tiga proses yang harus dijalankan dalam menerapkan KHLS. Antara lain, evaluasi pengaruh kebijakan, rencana dan program terhadap lingkungan hidup, kemudian mengintegrasi prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam kebijakan, rencana dan program, serta proses kelembagaan yang harus ditempuh untuk menjamin terlaksananya prinsip keberlanjutan yang telah diintegrasikan dalam kebijakan, rencana dan program.

Ia pun mengimbau kepada seluruh instansi terkait di seluruh kabupaten/kota agar menerapkan KLHS. Karena perencanaan itu telah tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.