Rabu, 15 November 2017 09:09 WITA

None: Kepala Sekolah Tidak Berwenang Angkat Guru Honorer

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
None: Kepala Sekolah Tidak Berwenang Angkat Guru Honorer
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo (None).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo (None) menegaskan, Kepala Sekolah (Kepsek) tidak memiliki kewenangan mengangkat guru honorer untuk mengajar di sekolahnya. 

Hal itu diungkapkan setelah banyak ditemukan guru honorer yang mengajar di setiap sekolah, namun tidak terdaftar di Provinsi atau Pusat. Untuk itu, jika ada guru honorer yang diangkat oleh Kepsek maka guru honorer tersebut dinyatakan ilegal. 

"Tidak ada kewenangan kepala sekolah untuk mengangkat seseorang menjadi pegawai di sekolahnya, atau menjadi guru honorer, pengangkatan itu hanya kewenangan dari pusat," ujar None. 

Menyikapi hal ini, mulai tahun ini Disdik Sulsel memberikan SK jam mengajar kepada guru honorer. SK tersebut diberikan karena selama ini guru honorer di sekolah tidak memiliki SK, sehingga sistem pemberian gajinya tidak menentu. 

"7.000 Honorer kita telah buatkan SK penetapan jam, bukan SK pengangkatan honorer jadi pegawai negeri, SK ini sebagai SK penetapan jam karena selama ini honorer tidak punya SK, dia hanya di berikan SK oleh kepsek namun itu tidak jelas jika hanya dari kepsek," jelasnya. 

Setelah adanya SK tersebut, maka guru honorer dapat mengajar sesuai dengan jam yang diberikan. Akan tetapi dengan catatan, guru honorer tidak boleh melewati jam mengajar guru PNS. Sebab, guru PNS adalah guru yang sudah jadi pegawai tetap sedangkan honorer bukan. 

"Guru honorer tidak boleh  mengajar di setiap sekolah 40 jam dalam seminggu atau melewati jam mengajar PNS. Karena kalau begitu nanti tidak ada mi kerjanya guru PNS. Jadi guru honorer 10 jam dalam seminggu 30 jam untuk PNS," jelasnya. 

Sementara untuk sistem pemberian gaji kepada guru honorer tersebut ditentukan dengan berapa banyak jam yang diambil dalam mengajar. 
"Sumber dana untuk guru honorer sudah jelas sumber dananya ada tiga yaitu dana Bos, APBD dan sertifikasi untuk guru yang sudah mendapatkan sertifikasi. Nanti kita berikan gaji Rp 10 ribu per jam," tutupnya.