Selasa, 14 November 2017 23:59 WITA

Kronologi Sepasang Kekasih Ditelanjangi Warga di Tangerang

Editor: Fathul Khair Akmal
Kronologi Sepasang Kekasih Ditelanjangi Warga di Tangerang
Potongan gambar saat warga menelanjangi dan menganiaya MA dan R di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11/2017)

RAKYATKU.COM - Pasangan muda mudi, MA dan R menjadi korban penggerebekan dan penganiayaan di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11/2017).

MA tinggal sendirian di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kadu, Kecamatan Cukupa, Kabupaten Tangerang. Wanita yatim piatu ini, dalam beberapa kesempatan kerap meminta bantuan kekasihnya, R.

Keduanya tak menyangka pertemuan di rumah kontrakan MA Sabtu malam itu akan menjadi salah satu peristiwa paling menyakitkan sekaligus membekas dalam benak mereka. 

Dikutip CNNIndonesia, saat itu, MA meminta R datang ke rumah kontrakannya membawakan makanan untuk dirinya. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Sesampainya R di rumah kontrakan MA, keduanya lantas menyantap makanan bersama-sama. Acara makan pasangan yang akan menikah itu terhenti, setelah Ketua RT setempat menggedor pintu kontrakan MA yang tidak tertutup rapat.

Belum hilang rasa kaget keduanya, pasangan itu langsung dipaksa untuk mengaku telah berbuat mesum.

"Tiga orang tersangka yakni G, N dan A juga sempat mencekik R," kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, menjelaskan kronologi sejumlah warga yang menelanjangi MA dan R, Selasa (14/11/2017).

Tekanan terhadap MA dan R berlanjut saat sejumlah warga mengarak keduanya ke arah depan ruko. Di sana mereka kembali dipaksa untuk mengaku telah berbuat mesum. Paksaan itu diiringi dengan pemukulan. Salah satu sejoli itu ditempeleng oleh salah seorang tersangka.

"Rencananya orang ini (MA dan R) akan dibawa ke Ketua RW, tetapi di tengah perjalanan dipaksa mengaku telah berbuat mesum," kata Sabilul. 

Tak hanya dianiaya, sejoli itu juga lucuti pakaiannya oleh salah satu dari massa yang mengarak mereka. 

"Dari salah satu (massa) membuka baju perempuan untuk memaksa mengakui perbuatannya. Yang laki-laki (R) melindungi dan sudah tidak menggunakan baju sama sekali yang akhirnya dikenakan baju warna biru," jelasnya. 

Dalam keadaan telanjang itu keduanya lanjut diarak ke rumah Ketua RW untuk diinterogasi. Setelah itu baru keduanya dikembalikan ke kontrakan MA. 

Akibat kejadian itu, kata Sabilul, MA dan R mengalami luka lebam dan bengkak berdasarkan hasil visum. MA juga mengalami trauma. Dia sering menangis saat harus mengingat kembali kejadian Sabtu malam itu. 

"Kami belum bisa menanyakan detail karena korban masih sering menangis karena trauma," tuturnya. 

Saat ini polisi mengamankan MA dan R di tempat perlindungan korban. Sebanyak enam tersangka juga telah ditetapkan dalam peristiwa itu. Keenamnya diduga melakukan penganiayaan terhadap MA dan R. Mereka dijerat dengan Pasal 170 dan 335 KUHP.