Selasa, 14 November 2017 19:26 WITA

Nekat! Mahasiswa Ini Pukul Perut Kapolsek Panakkukang Berulang Kali

Editor: Adil Patawai Anar
Nekat! Mahasiswa Ini Pukul Perut Kapolsek Panakkukang Berulang Kali
Mahasiswa yang memukul Kapolsek Panakkukang, Ananda.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dua mahasiwa dari Bulukumba diamankan saat  melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Ditlantas Polda Sulsel,  Selasa (14/21/2017.

Dua mahasiswa tersebut tersebut diamankan setelah memukul Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda F Harahap saat sedang mengawal aksi unjuk rasa.

Pemukulan terjadi saat para mahasiswa berusaha memacetkan jalan dan masuk secara paksa ke dalam Kantir Ditlantas Polda Sulsel.

"Mereka mau masuk, bahkan ada diantara mereka di pagar berdiri-berdiri," ungkap Ananda.

Mantan Kapolsek Ujung Pandang tersebut mengatakan, saat pengunjuk rasa yang menuntut penyelesaian kasus kematian Zainal Abidin mulai tak kondusif, ia mengingatkan pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi dengan baik. Hanya saja hal tersebut ditanggapi berbeda oleh pengunjuk rasa.

"Saya rangkul salah satu dari mereka dan katakan saya akan fasilitasi kalian menyampaikan aspirasi. Saat saya merangkul, salah satu mahasiswa meninju perut saya berulang kali," tambah Ananda yang mengaku masih merasa rasa sakit.

Saat pengunjuk rasa membubarkan diri, pengunjuk rasa melakukan negosiasi agar kedua rekannya dilepaskan. Perwakilan mahasiswa masuk di pelataran mako Ditlantas Polda Sulsel melakukan negosiasi atas tindakan pemukulan terhadap Kapolsek Panakkukang.

Setelah melakukan negosiasi, mahasiswa yang melakukan pemukulan tersebut meminta maaf ke Kapolsek Panakkukang. Setelah mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepada Kapolsek Panakkukang mahasiwa tersebut dibiarkan pulang.

"Kami tidak ada niat bersinggungan dengan kalian, kami menjaga aksi kalian agar berjalan dengan baik," ungkap Ananda saat para mahasiswa negosiasi.

"Maaf atas tindakan kami, tapi kami juga tidak ada niat untuk memukul polisi," ungkap salah satu mahasiswa saat negosiasi.

Setelah melakukan negosiasi dan minta maaf, Ananda mengantar para mahasiswa tersebut ke depan Mako Ditlantas Polda Sulsel setelah memberikan pencerahan. Ananda juga mengingatkan para mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa mengganggu masyarakat umum. Para mahasiswa kemudian bubar dengan tertip.

Sebelumnya aksi mahasiswa tersebut dilakukan untuk mendesak penyelesaian kasus meninggalnya Zainal Abidin.

Dirlantas Polda Sulsel Kombrs Pol Agus Wijayanto yang menemui para mahasiswa menyebut, kasus kematian Zainal tersebut telah ditangani dengan baik. Ia juga menyebut pihaknya berkomitmen untuk memproses kasus tersebut dengan baik.

"Kasus tersebut akan diproses dengan baik, sudah ditangani provos, sudah diperiksa oleh Polres. Sejak dari pertama juga pihak polres telah hadir di lingkungan keluarga termasuk saat almarhum dikebumikan," pungkasnya.