Selasa, 14 November 2017 12:43 WITA

Heboh Kisah Karyawan Hotel Dilarang Berhijab

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Heboh Kisah Karyawan Hotel Dilarang Berhijab
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Sejumlah wanita berhijab merasa didiskriminasi karena larangan bekerja di hotel dengan memakai jilbab di Malaysia. Hal ini kemudian menjadi viral dan diperdebatkan.

Sekelompok masyarakat di Malaysia mendesak pemerintah terkait kebijakan larangan pekerja hotel mengenakan jilbab. Hal ini dianggap mendiskriminasi perempuan dengan alasan agama bukan peraturan yang seharusnya.

Aliansi masyarakat Malaysia, Malaysian Alliance of Civil Society Organisations, di Universal Periodic Review Process, meminta Kementerian Pariwisata, Budaya, dan Perempuan, mengambil tindakan atas kebijakan tersebut. Aturan dianggap tidak adil.

"Meski kamu setuju kalau atasan memiliki hak mengatur pakaian karyawan mereka dan sampai batas tertentu jika menyebabkan kesulitan bagi atasan bisa diatur namun bagaimanapun hanya boleh diberlakukan jika benar-benar dibutuhkan," kata Ketua Malaysian Alliance of Civil Society Organisations, Azril Mohd Amin, dilansir Detik dari The Malaysian Insight.

Kisah diskriminasi ini berawal dari Presiden Malaysian Association of Hotels (MAH), Cheah Swee Hee mengatakan kalau kebijakan larangan berhijab bagi pekerja hotel yang bekerja untuk bagian frontline sudah sesuai dengan peraturan internasional. Hal ini tidak dimaksudkan untuk bersikap diskriminatif.

Azril bahkan menuturkan kalau klaim dari Cheah Swee Hee tidak akurat. Menurutnya, tak ada SOP internasional yang melarang pekerja hotel menggunakan jilbab.

"Singkatnya, tak ada SOP internasional yang melarang jilbab. Itu hanya diskriminastif. Apa yang harus dipahami MAH adalah bahwa diskriminasi tidak akan menguntungkan. Tak ada data yang menunjukkan kalau staf hotel berhijab akan berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan sehingga memaksa mereka lepas jilbab," jelas Azril lagi.

Azril juga menyebutkan kalau tingkat hunian hotel di Malaysia menurun selama beberapa tahun terakhir sejak MAH menerapkan larangan mengenakan jilbab. Azril pun meminta pemerintah untuk segera bertindak atas larangan tersebut.

"MAH menutup pintu kepada ribuan wanita muslim muda di dunia perhotelan hanya karena mereka bersikeras dengan larangan berjilbab. Kebijakan ini jelas merupakan prasangka pribadi yang intoleransi budaya. Ini tidak sesuai hukum dan bisa diubah, harus diubah. Malaysia adalah negara dengan keragaman yang kaya dan diperbolehkan mengekspresikan relijius mereka," tukasnya.
 

Tags