Selasa, 14 November 2017 02:01 WITA

Bentrokan UNM Parangtambung, Polisi Kejar 2 Mahasiswa Hingga ke Rumah

Editor: Adil Patawai Anar
Bentrokan UNM Parangtambung, Polisi Kejar 2 Mahasiswa Hingga ke Rumah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polisi melakukan penyisiran ke rumah mahasiswa yang diduga memotori tawuran yang terjadi di Kampus UNM Parangtambung, Senin malam (13/11/2017). Dua nama mahasiswa yang diduga sebagai otak tawuran yaitu Ical dan Adi. 

Anggota Resmob Polsek Tamalate mendatangi rumah Adi yang beralamat di Jalan Daeng Tata 7, Selasa (14/11/2017) dini hari. Ibu mahasiswa yang diduga pelaku tersebut saat ditemui anggota kepolisian mengaku bahwa anaknya, Adi baru saja keluar dari rumahnya. Tapi ia tidak mengetahui kemana perginya anaknya. Polisi pun melakukan penggeledahan di rumah tersebut. Dari kamar pelaku, polisi menemukan sebuah parang berukuran panjang. 

Bentrokan UNM Parangtambung, Polisi Kejar 2 Mahasiswa Hingga ke Rumah

Sebelumnya tawuran antar mahasiswa kembali terjadi di kampus UNM Parangtambung, Senin (13/11/2017) malam. Dari keterangan saksi, Bahtiar dan Andi Akbar, kejadian ini bermula ketika 30 mahasiswa yang datang dari arah fakultas FSD UNM, mendatangi pintu utama kampus tersebut. Kemudian beberapa mahasiswa menahan mahasiswa teknik lalu memukulnya. 

Polisi yang bertugas di dekat kejadian langsung mendatangi para mahasiswa tersebut. Bukannya tenang, para mahasiswa tersebut justru menantang polisi untuk bertarung. Selain itu mahasiswa juga melempari pos anggota Polisi hingga kaca jendelanya pecah. Buntutnya, anggota Brimob Makassar turun ke lokasi tersebut dan menembakkan gas air mata guna membubarkan para mahasiswa itu. 

Dari lokasi juga ditemukan darah yang berceceran yang diduga berasal dari luka mahasiswa. Namun sayang saat ingin diamankan para mahasiswa tersebut langsung melarikan diri. 

Bahtiar dan Andi Akbar sekuriti yang menjadi saksi mata juga menyebutkan bahwa satu mahasiswa yang diduga menjadi biang bentrokan tersebut berasal dari Fakultas Seni yang bernama Ical. 

"Sekitar tiga puluh orang mahasiswa dengan membawa senjata tajam dan batu datang kesini kemudian mencari anak teknik. Dua orang kemudian keluar lalu memukul mahasiswa," ungkap Bahtiar. 

Saat ini Polisi telah mengumpulkan informasi dari para saksi. Polisi juga sudah menyita enam motor yang diduga milik para pelaku penyerangan.