Minggu, 12 November 2017 13:13 WITA

Hanya Modal Permen, KD Cabuli Anak 7 Tahun

Editor: Fathul Khair Akmal
Hanya Modal Permen, KD Cabuli Anak 7 Tahun
Ilustrasi: Fadly

RAKYATKU.COM - KD (25) berhasil mencabuli F (7) dengan mengiming-imingi permen. F diketahui masih duduk di kelas dua sekolah dasar di wilayah Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalsel.

Kapolsek Tapin Selatan IPTU Embang Pramono di Rantau mengatakan, pelaku warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu, tertangkap basah saat melakukan aksinya di kebun karet di belakang sebuah Pondok Pesantren pada Rabu (8/11) pagi.

"Pelaku sehari-hari bekerja di koperasi simpan pinjam di wilayah Kabupaten Tapin," ujarnya dikutip republika, Minggu (12/11/2017).

Aksi bejat pelaku berawal saat melihat F berjalan sendiri pulang dari sekolah. Melihat korban berjalan sendiri, pelaku mengajak korban berkeliling dengan motor dan mengiming-imingi korban permen.

"Ternyata pelaku mengajak korban ke kebun karet tempat kejadian dan mencabuli korban yang saat itu masih berbaju sekolah," ucap Embang.

Dalam aksi bejat tersebut, ada saksi yang melihat kejadian bernama Mursya. Ia menceritakan bahwa saat menjemput anaknya yang satu sekolah dengan F, ia sempat mengajak korban, namun ditolak.

"Saat di jalan mau pulang, tiba-tiba motor saya mogok kehabisan bensin. Saat itu saya melihat korban dibonceng oleh pelaku dan awalnya saya kira pelaku adalah keluarga F," ujarnya.

Namun sesampainya dirumah, Mursya mencoba menanyakan ke keluarga F, dan ternyata korban belum balik ke rumah dan keluarga korban tidak mengenal ciri-ciri pelaku yang diceritakannya.

Akhirnya keluarga korban bersama Mursya pun pergi mencari F, dan ternyata F terlihat di kebun karet bersama pelaku yang sedah menggerayangi korban.

Sementara dari pengakuan pelaku KD, bahwa saat ingin melakukan hubungan badan, korban kesakitan dan menangis, sehingga untuk mendiamkannya pelaku memberikan korban permen.

Ditambahkan Kapolsek, pelaku beserta barang bukti berupa satu lembar celana panjang hitam, dua lembar celana dalam milik pelaku.

"Selain itu, kami juga menemukan obat kuat yang disimpan pelaku di dalam celananya," pungkasnya.