Jumat, 10 November 2017 23:57 WITA

Vale Paparkan RKAB, Husler Ingatkan Sinkronisasi Program

Editor: Almaliki
Vale Paparkan RKAB, Husler Ingatkan Sinkronisasi Program

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler, mengatakan sudah menjadi kewajiban perusahaan yang beroperasi di suatu daerah, untuk memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada pemerintah setempat, sebelum dibawa ke tingkat Kementerian.

Menurutnya, RKAB penting dipaparkan agar dapat disinkronkan dengan rencana kerja Pemerintah Daerah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih program, utamanya kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat seperti program Corporate Social Responsibility (CSR).

Demikian disampaikan Husler, saat membuka rapat koordinasi dengan manajemen PT. Vale Indonesia terkait pemaparan Rencana Kerja Anggaran RKAB tahun 2018 PT Vale Indonesia, kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati, Jumat (10/11/2017).

Acara ini turut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Sekretaris Daerah Luwu Timur Bahri Suli, Vice Presiden PT. Vale Indonesia, Bernardus Irmanto dan jajaran, SKPD terkait serta Camat di Wilayah Pemberdayaan PT. Vale Indonesia.

Menurut Husler, RKAB Vale semestinya juga memuat sektor apa saja yang berpotensi untuk dijadikan sumber pemasukan kas daerah. Oleh karena itu, orang nomor satu di Luwu Timur ini juga meminta agar PT. Vale Indonesia, terbuka tentang kegiatan apa saja yang bisa membantu  membiayai program pemerintah serta bisa dijadikan sumber pemasukan kas daerah. 

"Saat ini pemerintah daerah sedang gencar gencarnya membangun di pelbagai sektor, untuk itu, dukungan PT. Vale sangat dibutuhkan," kata Husler dalam rilis yang diterima Rakyatku.

Sementara Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, juga mengingatkan agar PT. Vale Indonesia segera membenahi infrastruktur jalan, mulai dari Malili ke Sorowako.

Pasalnya, kata Irwan, jalan tersebut sangat vital dan telah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

"Beberapa bulan terakhir ini di jalan tersebut terjadi kecelakaan, kami minta kepada pihak PT. Vale agar bisa menindaklanjuti masalah tersebut" ujar Irwan.

Selain infrastruktur, Irwan juga menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale Indonesia kembali duduk bersama membahas tentang bantuan dana di sektor pendidikan.

"Ini penting agar tidak tumpang tindih program," tandasnya.

Dalam paparan RKAB PT. Vale Indonesia tersebut, perusahaan memaparkan semua aspek yang terangkum dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018, di antaranya tentang rencana pemasangan tanda batas, neraca sumber daya dan cadangan mineral, rencana kegiatan eksplorasi, infrastuktur penambangan, pengolahan dan penjualan nikel, tenaga kerja dan pelatihan, rencana pengembangan, pengembangan masyarakat, keuangan dan penerimaan negara, serta laporan investasi.