Kamis, 09 November 2017 23:14 WITA

Kepala Kemenag Sulsel: Toleransi Itu Penting

Editor: Adil Patawai Anar
Kepala Kemenag Sulsel: Toleransi Itu Penting

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir menegaskan, akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama terutama khususnya di Sulawesi Selatan. 

Hal itu ia ungkapkan di hadapan ratusan peserta serap aspirasi program bimbingan masyarakat Islam di Hotel Grand Clarion, Kamis (9/11/2017).

Menurut Wahid, Sulawesi Selatan adalah wilayah heterogen yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan. Ia pun menyebutkan banyak tokoh nasional lahir di Sulawesi Selatan yang telah berkontribusi terhadap pembangunan nasional menjadi inspirator tegaknya toleransi dan kerukunan di Indonesia. 

"Untuk itu kami mengajak para tokoh agama, para guru, dan masyarakat secara luas untuk menjaga Sulawesi Selatan agar tetap rukun dan toleran,” ujar Wahid, Kamis (9/11/2017).

Abd. Wahid Thahir menambahkan, pentingnya meneladani nilai-nilai lokal yang penuh dengan spirit kerukunan dan toleransi. Menurutnya, toleransi merupakan syarat mutlak berlangsungnya pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dalam konteks ini, agama baginya berperan besar sebagai tonggak penting stabilitas politik dan perekonomian yang berdampak luas terhadap pembangunan nasional.

Ketua Forum Ka.Kanwil Kemenang Se Indonesia ini juga mengingatkan, berbagai potensi yang dapat merusak kerukunan dan toleransi harus ditangani secara dini agar tidak meluas menjadi masalah yang besar.

"Paham-paham radikal maupun ekstrimisme patut ditangani secara serius dan komperehensif. Dan disinilah peran para tokoh agama sangat dibutuhkan sebagai juru dakwah dan panutan umat beragama," pungkasnya. 
 
Kegiatan Serap Aspirasi Bimas Islam di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan rangkaian program penguatan fungsi agama dalam pembangunan nasional.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjaring aspirasi dari para pemangku kepentingan, tokoh agama, ormas Islam dan masyarakat luas bagi penguatan program Bimas islam ke depan. Hadir dalam kegiatan ini dari unsur Bappenas RI, Kementerian Keuangan dan Dirjen Bimas Islam.