Kamis, 09 November 2017 11:59 WITA

Inovasi Distribusi Guru Proporsional Luwu Utara Masuk Tiga Terbaik

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Inovasi Distribusi Guru Proporsional Luwu Utara Masuk Tiga Terbaik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan Deutsche Gesellschaft Fur Internationale Zusammernarbeit Gmbh (GIZ), menggelar acara Sosialisasi dan Konsultasi dan Implementasi LAPOR!-SP4N di Sulawesi Selatan, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (9/11/2017).

Assisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementrian PAN-RB, Muhammad Imanuddin, melaporkan kegiatan ini dapat hadir karena respon cepat Pemprov Sulsel.

Ada tiga inovasi yang dipresentasikan terkait pelayanan publik yaitu Implemtasi LAPOR! Sebagai Solusi Masalah Sosial (Bojonegoro, Jatim), Distribusi Guru Proporsional  (Luwu Utara, Sulsel) dan Blood_Jek, Si Pengawal Nyawa (Lumajang, Jatim).

"Inovasi terbaik pelayanan publik akan dipresentasikan, salah satunya dari Kabupaten Luwu Utara Sulsel," sebut Imanuddin.

Assisten III Pemprov Sulsel Ruslan Abu mengatakan, dengan diakuinya pelayanan Distribusi Guru Proporsional dari Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu pelayanan inovasi terbaik di Indonesia, patut menjadi contoh oleh kabupetan/kota lain baik di Sulsel maupun Indonesia.

"Kebijakan Provinsi Sulsel dalam hal ini Kabupaten Luwu Utara dalam mendistribusikan guru menjadi terbaik di Indonesia patut untuk diimplemtasikan melalui kebijakan formal," ujar Abu. 

Sementara itu, Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Idriani menjabarkan, program inovasi ini hadir karena berbagai masalah yang ada di Lutra. Seperti sebaran guru yang belum merata, aksesbilitas dan keterjangkaun sekolah, ketersedian prasarana dan guru yang belum memadai. 

Program ini menawarkan inovasi berupa penata ulang agar rasio, kualifikasi akademik, distribusi, dan komposisi guru PNS sesuai kebutuhan riil dan pemindahan guru PNS.

Adapun target yang menjadi sasaran dari inovasi ini adalah di tahun 2021 semua guru di Luwu Utara memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1).

Menurut Indah, UU 14/2005 mensyaratkan semua guru harus S1 di tahun 2015. Faktanya, masih ada 745 guru belum S1, sehingga diberikan jasa Rp300.000 per bulan agar mampu mereka bisa melanjutkan pendidikan S1.

Sementara itu, untuk program kerjasama antara Pemprov, MenPANRB dan GIZ, wujudnya berupa pembentukan Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) dan percepatan implementasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) di Sulawesi Selatan. Pemerintah pusat, melalui LAPOR! telah ditetapkan sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayana Publik Nasional (SP4N). 

Di Sulsel, implementasi dua program tersebut masuk dalam skema program TRANSFORMASI (Transformasi Administrasi-Peningkatan Inovasi). Program ini memiliki sasaran perbaikan pengelolaan pelayanan publik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyelenggaraan pelayanan publik.

Acara lokakarya dan diskusi kelompok terbatas ini menjadi langkah pembuka untuk kerjasama tiga lembaga tersebut di Sulawesi Selatan, penandatangan kerjasama sendiri akan dilaksanakan pada 10 November 2017 yang dihadiri langsung oleh MenPANRB Asman Abnur.