Rabu, 08 November 2017 16:50 WITA

"Rakyat Turatea Tidak Butuh Gammara, tapi Butuh Air"

Penulis: Zul Lallo
Editor: Almaliki

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Seorang pria membentangkan kertas yang bertuliskan "Rakyat Turatea Tidak Butuh Gammara, tapi Kami Butuh Air" di Jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu, Jeneponto, Rabu (8/11/2017).

Menanggapi hal itu, Dirut PDAM Jeneponto, Amri Mahadi Kulle, mengaku tidak lancarnya air PDAM ke rumah warga di Jeneponto, karena belum lunasnya pembayaran tunggakan listrik ke PLN, sehingga terjadi pemutusan.

"Ada sepuluh instalasi yang kita miliki, namun baru lima yang mampu kita bayar tunggakan listriknya, dan dua instalasi kita terpaksa disegel PLN dari hari Rabu kemarin, sampai sekarang," jelas Amri Mahadi.

Adapun alasan kenapa pihaknya tidak mampu membayar tunggakan listrik, menurut Amri, sebab tingginya angka pelanggan yang malas membayar iuran air per bulannya.

Loading...

"Kalau air yang kita keluarkan banyak. Tapi dari sembilan ribu pelanggan, hanya 30 persen yang membayar. Kasihan yang tertib membayar juga dirugikan," ucapnya.

Ia bahkan mengaku telah meminta permohonan bantuan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Jeneponto, namun tidak terealisasi juga.

Loading...
Loading...