Selasa, 07 November 2017 21:37 WITA

Diskominfo Makassar: Data Pelanggan SIM Card Aman

Editor: Fathul Khair Akmal
Diskominfo Makassar: Data Pelanggan SIM Card Aman
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Denny Hidayat (kiri).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Denny Hidayat mengimbau masyarakat di Makassar, tidak perlu khawatir mengenai isu data pelanggan SIM Card yang bisa bobol.

“Masyarakat tidak perlu khawatir persoalan keamanan data, ini kebijakan nasional data yang diambil cuma NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor Kartu Keluarga (KK), itupun hanya untuk mengetahui lokasi atau daerah mana pelanggan terdaftar di kependudukan,” ungkap Denny Hidayat diruang kerjanya, Selasa (7/11/2017).

Denny Hidayat menuturkan, tujuan pelaksanaan registrasi ulang, hanya untuk melindungi masyarakat dari tindak kejahatan. Seperti penipuan transaksi online, penyebaran berita palsu atau hoax, serta dapat menanggulangi penyebaran narkoba di masyarakat, ataupun tindakan terorisme.

“Kalaupun ada yang mengatakan kalau itu tidak aman dan menganjurkan tidak meregistrasi ulang kartu SIM itu yang mesti dipertanyakan, ada hal apa?,” ujarnya.

Denny menegaskan, keamanan data pelanggan telah dijamin. Sebab sistem keamanan yang digunakan di pusat telah  memiliki mekanisme proteksi yang tinggi berstandar internasional.

"Kalaupun data bocor, maka sanksinya akan diberikan kepada operator atau provider telekomunikasi yang bersangkutan. Sudah pasti itu tugas kami di daerah untuk tetap sosialisasikan kebijakan nasional ini,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan siaran pers Badan Regulasi Teknologi Indonesia pertanggal 1 November 2017 lalu, hingga saat ini sudah tercatat 30 juta lebih kartu SIM seluler yang telah berhasil melakukan registrasi ulang. Namun masih ada lebih sekitar 300 kartu SIM yang belum melakukan registrasi ulang.

Hal tersebut tentu menjadi persoalan tersendiri. Dimana proteksi data pelanggan masih menjadi polemik bagi masyarakat. Apalagi ramai diberitakan mengenai bobolnya puluhan juta data pelanggan di Malaysia belakangan ini.