Selasa, 07 November 2017 20:48 WITA

Dewas BPJS Ketenagakerjaan Awasi Aset di Bantaeng

Editor: Fathul Khair Akmal
Dewas BPJS Ketenagakerjaan Awasi Aset di Bantaeng
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Syafri Adnan Baharuddin.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Syafri Adnan Baharuddin tiba-tiba mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bantaeng, Jalan A.Mannappiang, Selasa (7/11/2017).

Menurut Dewan Pengawas BPJS ini, pelayanan dan pengembangan dana jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk aset, dan mendapat pengawasan serius dari jajaran Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan.

"Tugas pengawasan BPJS sudah diatur melalui undang-Undang BPJS Nomor 24 Tahun 2011 yang mengamanatkan Dewan Pengawas untuk menjalankan fungsi pengawasan atas tugas BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.

"Dan secara khusus, bertujuan kami mencanangkan kita harus membuat BPJS Ketenagakerjaan yang mana ini perusahaan amanah para pekerja harus governance (berjalan sesuai aturan/baik)," jelas mantan Koordinator Utama BPK RI.

Dirinya juga mengakui, kunjungannya ini dengan asumsi semua berjalan dengan baik, serta memperbaiki apa yang belum baik. Dan tahun 2017 ini dilakukan inventarisasi aset tetap di seluruh BPJS Ketenagakerjaan Indonesia.

"Kita lakukan pemeriksaan satu-satu termasuk di Bantaeng. Dan ada perbedaan, seperti sekarang jauh lebih rapi, barang-barang yang tidak terpakai dihapuskan atau dilelang," katanya.

Dewas BPJS Ketenagakerjaan Awasi Aset di Bantaeng"Sekarang juga sementara dilakukan inventarisasi piutang di seluruh Indonesia. Karena piutang iuran banyak yang nunggak, seluruh Indonesia itu sekitar lebih Rp1 triliun," ucapnya.

Lanjutnya, jumlah dana iuran BPJS Ketenagakerjaan sekitar Rp306 triliun. Tapi ini harus dibarengi dengan tanggungjawab akuntabilitas dan transparansi. Tidak boleh uang ini digunakan tidak pada tempatnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jenewa, Swiss ini menuturkan, bahwa pihaknya harus terus menerus berusaha agar seluruh pengelola iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa berjalan dengan bersih dan jujur. 

"Kita tidak bisa mentolerir sedikitpun jika ada permainan yang aneh-aneh," tegasnya.

Selain Kabupaten Bantaeng, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ini melakukan hal serupa di Kota Makassar. Dan selanjutnya akan mengunjungi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Sidrap dan Parepare.