Sabtu, 04 November 2017 15:58 WITA

Dishub Sulsel Akan Rapat Bahas Tuntutan Aksi Angkutan Konvensional

Penulis: Nur Izzati
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Dishub Sulsel Akan Rapat Bahas Tuntutan Aksi Angkutan Konvensional

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan akan melakukan pertemuan dengan Organda, perwakilan aplikator online di Kota Makassar, pihak Dirlantas Polda Sulsel, serta pihak terkait lainnya.

Pertemuan ini dilakukan guna membahas tuntutan asosiasi angkutan umum yang diungkapkan saat melakukan aksi unjuk rasa, belum lama ini.

"Kita siap memfasilitasi pertemuan tersebut, dalam waktu dekat kita akan mengajak pihak terkait untuk duduk bersama dan membahas masalah ini," ungkap Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Sulsel, Ilyas, Sabtu (4/11/2017).

Seperti yang diketahui, dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu, Asosiasi Pengemudi Angkutan Umum mengungkapkan kekecewaan terhadap ketidaktegasan pemerintah, dalam menerapkan Peraturan Menteri (PM) 26 Tahun 2017 yang telah direvisi menjadi PM 108 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

loading...

Adapun tuntutan dari unjuk rasa lalu yakni, penyedia aplikasi transportasi online bersedia menghentikan perekrutan driver, pemasangan stiker pada angkutan online, dilarang mengambil penumpang di areal bandara dan terminal, taksi dan ojek online dilarang parkir di area kampus Unhas, memberlakukan tarif batas bawah Rp3.700 dan batas atas Rp6.500, tanpa ada tarif promo di bawah batas tarif bawah, serta beberapa tuntutan lainnya, yang ada pada PM 108 Tahun 2017.

"Di sini mereka minta penegasan dari PM 108. Tentu kita akan berpegang pada perundang-undangan yang berlaku, namun untuk membuat suasana kondusif, kita akan bicarakan ini secara persuasif kepada seluruh pihak terkait," pungkasnya.

Loading...
Loading...