Sabtu, 04 November 2017 14:37 WITA

Mengenal Kapal 'Cantik' La Hila di Bulukumba

Editor: Mulyadi Abdillah
Mengenal Kapal 'Cantik' La Hila di Bulukumba
Kapal La Hila (Foto: Rahmatullah/Rakyatku)

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Kapal pesiar bernama La Hila sudah diperkenalkan dalam Festival Pinisi 2017 Bulukumba yang berlangsung selama 4 hari, pada 2-4 November 2017.

Kapal ini dibuat di kawasan pembuatan perahu Pinisi, Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Pada Jumat, 3 November, kapal itu dikerumuni ratusan orang yang ingin menyaksikan prosesi peluncuran. Pada momentum itu, sejumlah ritual dilaksanakan sebelum mengarungi lautan dan samudera.

Seperti appasili atau doa menolak bala, serta ammosi atau ritual dengan memberi pusat pada bagian tengah perahu atau kalabiseang (balok dasar atau lunas perahu) dengan cara dibor. Ammosi serupa simbolisasi pemotongan tali pusar bayi yang baru lahir. 

Pasca prosesi ammossi, dimulailah ritual penarikan perahu ke tengah laut dengan menggunakan katrol. Prosesi ini bernama annyorong lopi. Dulunya, prosesi ini dengan melibatkan puluhan bahkan ratusan tenaga manusia untuk menarik perahu ke laut. 

Mengenal Kapal 'Cantik' La Hila di Bulukumba

La Hila adalah kapal pesiar yang dipesan oleh pengusaha asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). La Hila akan beroperasi di Labuan Bajo, NTT. 

Kapal ini dibuat oleh H Rusdi Mulyadi, yang akrab disapa Haji Ulli asal Tanah Beru. Menurut Haji Ulli, kapal yang dibuatnya itu dikerjakan selama 4 bulan lebih. Panjangnya 12 meter, lebar 4,75 meter dengan kekuatan 30 Gross Tonnage (GT). 

Berapa biayanya? Haji Ulli mengaku secara keseluruhan menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Konon, La Hila adalah nama seorang putri Kesultanan Bima yang pergi dan menghilang dari kampungnya. La Hila berparas cantik dan berambut panjang. Ia meninggalkan kampungnya karena menghindari para pria yang ingin meminangnya. Wajar saja, Kapal La Hila dikemas cantik sedemikian rupa. 

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang hadir menyaksikan peluncuran perahu tersebut mengatakan, acara peluncuran perahu itu dalam Festival Pinisi, sebagai upaya memperlihatkan kepada publik bagaimana konstruksi pembangunan Kapal Pinisi itu sendiri.

Mengenal Kapal 'Cantik' La Hila di Bulukumba

“Kapal Pinisi atau kapal jenis lainnya bukan hanya semata dalam bentuk perahunya, tapi ia dikemas dalam kearifan-kearifan lokal, ritual-ritual yang mungkin selama ini belum pernah dilihat, mulai dari pembuatannya sampai pada prosesi peluncurannya,” ungkap Tomy Satria Yulianto.

Peluncuran Kapal La Hila disaksikan oleh Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, anggota DPRD H Safiuddin dan Hj Hilmiaty Asip, Dandim 1411 Letkol ARM Sutikno, Kapolres M Anggi Naulifar, beberapa pejabat Pemda serta warga masyarakat. Tak ketinggalan dari para awak media dan puluhan fotografer ikut mengabadikan prosesi peluncuran kapal La Hila.