Senin, 30 Oktober 2017 05:00 WITA

Mengenal Jembatan Kaca pertama di Indonesia

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mengenal Jembatan Kaca pertama di Indonesia

RAKYATKU.COM - Setelah sukses merombak total kampung Jodipan sebagai salah satu destinasi wisata, kawasan yang dikenal sebagai Kampung Wisata Warna Warni itu telah meresmikan sebuah jembatan kaca.

Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara Kampung Warna Warni dengan Kampung 3D. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan. Sebab, jumlah kunjungan saat ini hanya sekitar 150 orang per hari.

Sebelum dibangun jembatan kaca tersebut, wisatawan harus berjalan melalui trotoar jalan utama. Supaya lebih menarik minat wisatawan, tercetuslah ide membangun jembatan yang terinspirasi dari jembatan kaca di Zhangjiajie, Tiongkok. Jembatan kaca itu dinobatkan sebagai yang pertama di Indonesia.

Mengenal Jembatan Kaca pertama di Indonesia

Jembatan tersebut telah memecahkan rekor dengan jembatan kaca sepanjang 430 meter dan tinggi 300 meter. Jembatan Kaca Ngalam Indonesia dibangun dalam waktu lima bulan melalui dana Corporate Social Responsibity (CSR) PT. Indana. Jembatan itu didesain mahasiswa teknik sipil UMM, Mahatma Aji dan Khoirul di bawah binaan dosennya, Lukito Prasetya. 

Pembangunannya berlangsung mulai 8 Mei 2017 hingga 7 Oktober 2017. Dilansir IDNTimes, jembatan Kaca Ngalam Indonesia ini, baru diresmikan pada 9 Oktober 2017.

"Jembatan Kaca Ngalam Indonesia ini merupakan destinasi wisata baru yang menguji adrenalin. Sekaligus penghubung Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi yang namanya sudah tersohor tidak hanya skala nasional melainkan internasional," kata Wali Kota Malang, Mochamad Anton.

Mengenal Jembatan Kaca pertama di Indonesia

Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung. Berwarna kuning emas dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter. Tiap ujung jembatan dicor beton sebagai penguat. Sementara, bahan kaca ada di sela railing sebagai penopang utamanya.

Sudah menjadi kebiasaan "kids zaman now" yang ingin selalu tampak eksis dan tak sabaran terhadap objek wisata baru di Indonesia. Dampaknya, bisa menimbulkan malapetaka, merusak wahana, hingga menelan korban karena ulahnya sendiri.

Jembatan Kaca Ngalam Indonesia diperkirakan dapat menampung sekitar 50 orang dengan beban berat 250 kilogram. Jembatan ini tidak sepenuhnya terbuat dari kaca, hanya ada pada tengah-tengahnya saja.

Selain itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan juga menegaskan perlu adanya peringatan dini bencana banjir. Hal ini dikarenakan, kawasan Kampung Warna Warni berpotensi terjadi banjir besar seperti saat 2007 dan 2010.