Sabtu, 28 Oktober 2017 11:58 WITA

OPINI

Aku, Pemuda Indonesia Anti Baper

Editor: Mulyadi Abdillah
Aku, Pemuda Indonesia Anti Baper
Sri Astuty Mashuri

ADA apa dengan 28 Oktober?
Mengapa tanggal itu tercatat sebagai salah satu hari besar Nasional?
Apa sih sumpah pemuda itu?

Sangat miris bagi saya ketika masih ada terlontar pertanyaan seperti di atas, apalagi dalam kalangan pemuda yang terpelajar. Tidak diajarkan di sekolah atau memang dianggap tidak penting untuk diketahui, dan inilah faktanya. Peristiwa sejarah terkadang menjadi sesuatu yang asing di benak pemuda Indonesia saat ini. Justru yang banyak tercetak saat ini adalah ‘Pemuda Baper’.

Sumpah pemuda ialah ikrar yang diucapkan pemuda-pemudi Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menggambarkan semangat para pemuda untuk mewujudkan cita-cita terbentuknya suatu negara Indonesia dengan bangsa dan bahasanya. Bunyinya:

1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
3. Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Saat ini, tepat 28 Oktober 2017 Sumpah Pemuda telah memasuki usia 89 tahun, usia yang sudah cukup tua bagi ukuran manusia. Tugas kita adalah bagaimana Sumpah Pemuda ini tetap hidup, tidak mati termakan usia yang sudah pasti akan terus bertambah. Jagalah kemurniannya, pelihara kesuciannya, kokohkan keutuhannya, dan harumkan namanya selalu.

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini menjadi boomerang bagi pemuda Indonesia. Belum lagi masalah-masalah yang tak kunjung terpecahkan seperti korupsi, bencana alam, kemiskinan, pembangunan, dan masih banyak masalah lain yang tentunya ini adalah tugas dari kita sebagai tulang punggung Negara, harapan Bangsa. Siapa lagi kalau bukan kita???

Kita tak seharusnya hanya berpangku tangan dibalik problematika yang mengancam keselamatan negara. Coba kita ulas kembali sejarah perjuangan para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan, mereka membelinya dengan jiwa dan raga. Dan kita begitu mudahnya menjual kembali kemerdekaan itu dengan alasan modernisasi.

Indonesia dimasa akan datang ada di tangan kita sebagai generasi muda, kita adalah aset berlian Negara dan harusnya kita bangga dengan itu. Tentunya ini menjadi beban moral bagi kita, bisa dikatakan cubitan mesra dari Indonesia, sakarangkan zamannya baper hehehe...

Yah, sekarang katanya “Nggak Baper, Nggak Gaul, Nggak Nge-trend”. Itulah sebagian besar pemuda kita sekarang. Mereka kurang menyadari bahwa Negara ini butuh mereka dengan kepribadian yang santun, prestasi yang gemilang, pendidikan yang tinggi, kreatif, inovatif, serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Saya kira itu bukan hal yang sulit jika niat kita yang kuat, insya Allah kita bisa.

Sebagai seorang pemuda generasi Indonesia, saya bersumpah untuk pengabdian diri kepada Indonesia-ku. Semangat juang para pahlawan tokoh Sumpah Pemuda kujadikan amanah yang harus kujaga dan kuwariskan pada genarasi-generasi selanjutnya. Bukan cuma sekedar ucapan, tapi pengalikasian nilai-nilai yang terkandung didalamnya dalam kehidupan sehari-hari, itu yang terpenting.

Melalui tulisan ini, saya berharap dapat memotivasi para pembaca khususnya kaum pemuda Indonesia untuk lebih menumbuhkan rasa cinta kepada Nusa dan Bangsa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sumpah pemuda. Jangan sampai Indonesia hanya sebagai status di KTP dan tidak dijadikan sebagai identitas serta kepribadian kita yang sesungguhnya. Apalagi kalau kita dicap sebagai ‘Pemuda Baper’, jangan yah…!!!

“Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke-89”

Penulis: Sri Astuty Mashuri, S.Kep.,Ns (Perawat)