Jumat, 27 Oktober 2017 14:23 WITA

Aksi 1 November, Organda Minta Gubernur Sulsel Turun Tangan

Penulis: Nur Izzati
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Aksi 1 November, Organda Minta Gubernur Sulsel Turun Tangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPC Organda Kota Makassar, Sainal Abidin, mengatakan, pada 1 November mendatang, asosiasi pengemudi angkutan umum akan melakukan aksi unjuk rasa, meminta ketegasan pemerintah dalam menerapkan aturan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

"Selama ini, PM Nomor 26 tahun 2017, ada transisi waktu, sebelum masa itu habis, keluar Permen dengan transisi waktu tiga bulan lagi, belum cukup tiga bulan itu, ada gugatan lagi dari Mahkamah Agung, sehingga apa yang menjadi persyaratan untuk jadi pengemudi angkutan online tidak akan pernah terselesaikan," ujar Sainal.

Sainal mengaku, saat ini pihaknya tengah menunggu adanya ajakan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk duduk bersama-sama mencari solusi, serta mendapatkan keputusan yang bisa disepakati oleh kedua belah pihak.

"Kalau sudah ada pertemuan itu, meskipun nantinya ada aksi, tapi pasti tidak akan besar," tambahnya.

Mempertegas tuntutannya tersebut, Sainal mengaku pihaknya akan melakukan dua hal jika ajakan tersebut tidak terpenuhi. Pertama, pada 1 November mendatang, tidak ada angkutan umum yang beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 24.00 wita. Dan yang kedua, kalaupun ada angkutan umum yang keluar, pihaknya akan menggiring mobil tersebut ke depan Kantor Gubernur Sulsel.

loading...

"Kita berharap, nanti (1 November), kedua pilihan tersebut tidak terjadi. Kita hanya meminta komitmen terhadap aturan PM No 26  yang telah direvisi, dan itu harus diterapkan pada tanggal 1 November. Jangan lagi ada pemberian transisi waktu untuk diberikan kesempatan beroperasi tanpa melengkapi aturan yang ada," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar, mengatakan, pihaknya terus berupaya dalam meminimalisir terjadinya aksi besar-besaran, yang akan dilakukan oleh asosiasi angkutan umum. Untuk itu, ia meminta kepada pihak Organda dalam merangkul asosiasi angkutan umum, agar tidak melakukan aksi yang dapat merugikan banyak pihak.

"Kita terus cari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak, untuk itu organda diharapkan dapat merangkul asosiasi angkutan umum, agar suasananya tetap kondusif. Selain itu, kita juga tegaskan, kepada aplikator online yang ada di Makassar, untuk tidak merekrut anggota baru," terang Ilyas.

Loading...
Loading...