Kamis, 26 Oktober 2017 22:37 WITA

Data Kependudukan di Sulsel Terindikasi Anomali

Penulis: Azwar Basir
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Data Kependudukan di Sulsel Terindikasi Anomali

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdukcapil) Sulsel, Lutfi Nasir mengatakan, ada banyak data kependudukan terindikasi anomali atau tidak seperti biasanya.

Hal itu disampaikannya saat Disdukcapil Sulsel menggelar rapat evaluasi dan monitoring kelembagaan dan informasi administrasi kependudukan, di Hotel Grand Imawan, kamis (26/10/2017).

"Progres perekaman sampai saat ini sudah mencapai 89 persen.  Tetapi datanya tidak bergerak kelihatannya karena banyak data kependudukan yang anomali," ujar Lutfi Nasir.

Untuk itu, pihaknya akan mencoba melakukan pembersihan data untuk menghindari data kependudukan yang menyimpang tersebut. Hal itu terjadi karena banyaknya penduduk yang sudah meninggal dan sudah pindah kependudukan.

"Kita mencoba melakukan pembersihan data kependudukan. Atau kita sementara mau pisahkan data kependudukan dengan data kependudukan yang anomali," tuturnya.

loading...

Salah satu daerah yang tidak bergerak datanya yaitu Kota Parepare. Proses perekaman selalu dilakukan di Pemkot Parepare akan tetapi datanya tidak memperlihatkan pergerakan.

"Selain Parepare, Kabupaten Wajo juga aktif melakukan perekaman setiap hari, bahkan ia mampu melakukan perekaman sampai 500 per hari," ungkapnya.

Terakhir, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera melaporkan jika kehabisan blangko pengurusan kependudukan. Hal ini untuk mempercepat proses perekaman penduduk.

"Khusus untuk daerah yang sudah hampir habis blankonya, diharapkan cepat melapor karena jangan saat sudah habis baru melapor  kita inginkan proses perekaman tidak tertutup," pungkasnya.

Loading...
Loading...