Rabu, 25 Oktober 2017 19:51 WITA

Gedor Mobil dan Hina Jurnalis, Pegawai Dishub Bone Dipolisikan

Editor: Almaliki
Gedor Mobil dan Hina Jurnalis, Pegawai Dishub Bone Dipolisikan
Puskesmas Watampone

RAKYATKU.COM, BONE - Irmayanti, oknum Anggota Dinas Perhubungan Bone, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Bone, lantaran telah menghina profesi jurnalis melalui Facebook pribadi miliknya.

Penghinaan profesi wartawan di Bone ini bermula dari aksi arogansi oknum Pegawai Honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Bone. Saat berita itu dimuat, Irma mengunggahnya dan menuliskan komentar yang dianggap mencemarkan nama baik wartawan tersebut.

"Saya heran karena ini masalah sebenarnya sudah selesai. Kadishub sudah minta maaf dan sudah beri sanksi sama oknum ini, tapi kenapa muncul unggahan yang mengundang komentar penghinaan terhadap wartawan. Ini yang kami tidak terima dan melaporkannya ke polisi," ujar salah seorang wartawan senior di Bone, Nazrudin, Rabu (25/10/17).

Akibat postingan Irmayanti di Facebook yang diunggah Selasa Kemarin, muncul banyak kata-kata penghinaan terhadap wartawan di antaranya "anggap saja pers orang gila", dan kata bahwa wartawan sering memuat berita hoax.

Gedor Mobil dan Hina Jurnalis, Pegawai Dishub Bone Dipolisikan

 

Gambar II

 

Gedor Mobil dan Hina Jurnalis, Pegawai Dishub Bone Dipolisikan

Sekadar diketahui, ramai diberitakan soal hal ini, saat salah seorang pengendara, Atho (39), mendapat perlakuan tak elok dari salah seorang oknum anggota Dishub Bone saat berkendara pada Senin (23/10/2017) lalu.

Kronologinya adalah, saat itu dirinya hendak ke Puskesmas Watampone, namun saat hendak memarkir kendaraan di dalam lokasi parkir rumah sakit, parkiran dilihatnya penuh. Makanya, ia ingin memarkir di depan pintu puskesmas. Sayangnya, anggota Dishub menyampaikan kalau area tersebut kawasan dilarang parkir, dengan cara yang arogan.

"Saya mau mutar balik untuk parkir mobil di sebelah kanan jalan, karena tidak boleh di depan rumah sakit. Tiba-tiba ada oknum anggota Dishub yang mengejar saya, dan langsung memukul-mukul pintu mobil saya. Padahal di dalam mobil ada orang sakit," kata Atho

"Saya mau, tegur baik-baik, jika saya salah. Bukan langsung gedor mobil kayak begitu. Tidak enak saya rasa," jelasnya.

Atas kejadian itu, Kadis Perhubungan Bone, Asiswa Karim, mengatakan kalau apa yang terjadi di lapangan, hanya persoalan miskomunikasi. "Saya minta maaf kalau ada anggota saya yang melakukan kesalahan di lapangan. Semoga tidak terjadi hal yang sama ke depan," kata Asiswa Karim.